Friday, May 10, 2019

✔️MyBestFriend's MyGirlFriend | Menulis Dapat Menghasilkan Karya



Namanya Dion. Dia bersekolah di SMPN 11 BULANBINTANG. Dia adalah orang terpandai di kelasnya... Tapi dia rada cupu.. Setiap hari, Dion ke sekolah dengan kacamata minusnya. Dia punya sahabat, namanya siti. Siti ini cantik, dan disegangi oleh teman-temannya.. Banyak cowok yang berusaha mati-matian mengejar dan mengungkapkan perasaannya kepada Siti.. Dan tidak sedikit pula, cowok yang sakit hati ditolak oleh Siti...


Di tengah perjalanan ke sekolah, Siti memanggil Dion..!!!

Siti: "Hey Dion..?? Tunggu aku..!!"

Dion: "Hai Siti..??".

Siti: "Lama tidak berjumpa, kemarin waktu libur, kamu kemana...?".

Dion: "Oohh itu?? Kemarin dulu aku kerumah nenek aku...!!! Emang kenapa...???"

Siti: "Kemarin aku kerumahmu, terus kata tetangga sih kamu keluar kota.."

Dion: "Oh Iya.. Apa ada masalah..??"

Siti: "Iya, aku butuh bantuan nih..!! Tugas kemarin dulu yang diberikan Pak Abbas belum selesai aku kerja..??"

Dion: "Tugas yang mana..???"

Siti: "Ituloh, tugas matematika dari Pak Abbas, soal tentang Integral..??"

Dion: "Oohh, itu..??"

Siti: "Iya...!! Sebentar sore aku kerumahmu yah untuk kerja bareng tugas itu..??"

Dion: "Oke... Oke..."

Mereka berdua pun berjalan bersama-sama. Belum sampai di depan pintu gerbang, datanglah 3 orang siswa cowok menghampiri mereka berdua. Siswa ini adalah Reza, Ivan, dan Lucas. Ketiga siswa ini biasa disebut "Genk Three Cool Men" di sekolahnya.. Ketiga siswa ini populer di sekolahnya.. Yang paling tampan adalah Reza, disusul dengan Ivan dan Lucas... Reza adalah cowok terkaya disekolah, tetapi bisa dikatakan dia adalah orang yang kurang pintar di sekolahnya.. Nilai yang didapatkannya rata-rata Merah semua.. Reza juga menyukai Siti... Seringkali Reza mengejar-ngejar dan mengungkapkan perasaannya kepada Siti, tetapi Siti tidak memperdulikannya, bahkan sering menolaknya.. Tetapi Reza tidak pasrah begitu saja, dia tetap mengejar-ngejar Siti..

Reza: "Hai siti...?? Apa kabar nih?.. Tambah cantik aja selepas libur...??"

Siti: "Apa sih zaa... Aku mau lewat nih..!!"

Reza: "Sabar dong sayang...? Heh minus (sebutan untuk Dion), minggir sana... Nempel-nempel aja kayak cicak disitu.. Minggir sana....!!" (mendorong Dion)..

Dion pun terdorong ke belakang Siti.

Siti: "Kamu kenapa sih zaa, datang-datang langsung dorong-dorong orang gitu.." bentaknya ke Reza.

Reza: "Iya.. Iya... Maaf deh.. Jangan marah dong...!!"

Siti: "Kalau mau minta maaf itu sama Dion, bukan sama aku..??

Reza: "Maaf yah ion..??"

Dion: "Iya..iya, aku maafin.."

Siti: "Kalian berdua juga harus minta maaf sama Dion..!!"

Ivan: "Kok kita.."

Lucas: "Iya Van, kok kita yang harus minta maaf, kan bukan kita yang salah..."

Siti: "Kalian kan teman satu genknya Reza, jadi kalian juga harus minta maaf.."

Reza: "Minta maaf sajalah, kan tidak ada salahnya.."

Ivan & Lucas: "Baik boss.."

Ivan: "Dion, aku minta maaf yah.."

Lucas: "Aku juga yah Ion..."

Dion: "Iya,, iya,,, kalian semua aku maafkan kok.."

Siti pun menarik tangan Dion memasuki gerbang sekolah menuju ke kelas.. Bel masuk pun berbunyi.. Mereka semua berlarian memasuki ruang kelas..

Di dalam kelas, semua murid duduk dengan tenang. Dion dan Siti memasuki ruang kelas disusul dengan Genk Three Cool Men.. Ibu Amirah datang dengan seorang siswa baru dibelakangnya..

Ibu Amirah: "Selamat pagi anak-anak..?? Sudah puas libur kan..??"

Semua Murid: "Pagi bu...?? Sudah bu..?"

Ibu Amirah: "Hari ini kelas kita kedatangan siswa baru..? Silahkan perkenalkan namamu nak..?"

Putri: "Iya bu..? Perkenalkan nama saya Putri.. Saya pindahan dari SMP 25 CENDRAWASIH..??

Ibu Amirah: "Putri duduk di samping Siti yah.."

Putri: "Baik bu..!"

Ibu Amirah: "Baik anak-anak, pelajaran yang kemarin akan kita lanjutkan..!!"

Semua Siswa: "Baik bu..!"

Mereka semua pun belajar dengan tenangnya.. Sudah jam 12.30 menandakan waktu bel pulang akan berbunyi.. Semua siswa berlarian keluar dari kelasnya..
Siti berjalan sendirian kerumahnya... Tiba-tiba Putri memanggil Siti..

Putri: "Siti...?? Tunggu aku..."

Siti: "Eh Putri, kok jalan kaki pulang.."

Putri: "Iyanih, tadi sopir aku telpon, katanya mobilnya sedang ada dibengkel, trus aku disuruh nunggu, daripada lama menunggu, aku jalan kaki aja, eh kulihat kamu jalan sendiri, jadi aku panggil kamu deh..."

Siti: "Oh gitu.. Emang rumah kamu dimana..?

Putri: "Rumahku itu tidak jauh dari sini sih..??

Siti: "Kok kamu harus dijemput segala, kan jarak antara sekolah dan rumahmu kan tidak jauh.."

Putri: "Iya sih, ini dari ayahku sendiri, dia yang membayar seorang sopir untuk mengantar-jemputku tiap hari.."

Siti: "Oh gitu..??"

Putri: "Iya.. Lihat itu, itu adalah rumahku...!", menunjuk sebuah rumah besar tingkat dua.

Siti: "Wah, itu rumahmu.. Jadi yang kemarin pindah itu keluargamu.. Lihat, itu rumahku..!!", menunjuk kearah rumah sederhana.

Putri: "Jadi, rumahmu berhadapan dengan rumahku...??"
Mereka berdua berjalan terpisah dan memasuki pekarangan rumah masing-masing.

---

Di sore hari, Siti pun ke rumah Dion..

Siti: "Assalamualaikum...???", mengetuk pintu rumah Dion.

Ibu Dion: "Waalaikumsalam.."

Siti: "Eh ibu, Dionnya ada bu.."

Ibu Dion: "Oh, nak Siti,, ada di dalam.. Masuk nak..!"

Siti: "Iya bu, makasih.."

Ibu Dion: "Ion??,, ada teman kamu nih??... Tunggu yah nak Siti, ibu buatkan minum dulu..??

Siti: "Iya bu...??"

Dion: "Eh Siti, kamu bawa buku tugasmu kan.."

Siti: "Iya, ini..", menyedorkan binder bercover Cinderella kepada Dion.

Setelah mengerjakan semua tugas Siti, Dion pun angkat bicara..

Dion: "Siti, kamu tau kan cinta pada pandangan pertama..??"

Siti: "Iyalah Ion, emangnya kenapa..?"

Dion: "Tadi, waktu tadi ada siswa baru itu yang namanya Putri, hatiku deg-degan Tii.. Apa ini yang dikatakan cinta pada pandangan pertama yah.."

Siti: "Ya, begitulah.."

Dion: "Apa kalau aku tembak Putri, dia akan terima nggak.."

Siti: "Tidak semudah itu Ion, Putri harus mengenalmu terlebih dahulu, jadi dia bisa menilai dirimu terlebih dahulu.."

Dion: "Oh gitu.. Jadi kapan aku bisa...??", kata Dion dipotong oleh Siti.

Siti: "Untuk saat ini, Putri belum mengenal siapa-siapa.. Kamu harus mengenal putri, dan sebaliknya, putri juga harus mengenal kamu Ion."

Dion: "Ohh gitu.."

Siti: "Iyaa.. Oh iya Ion, aku pulang dulu yah, udah mau gelap nih... Makasih yah atas bantuanmu.."

Dion: "Iya,, Iya, tidak masalah kok, kita kan sahabat, jadi harus saling membantu..."

Siti: "Iya, makasih yah, aku pulang dulu.. Sampai jumpa besok.."

Dion: "Iya..??"

Keesokan harinya di sekolah, Dion bertemu Putri di perpustakaan..

Dion: "Hai Putri...??", sapanya pada Putri.

Putri: "Hai juga..??"

Dion: "Kamu sedang cari apa..??"

Putri: "Aku sedang cari buku Sejarah nih.. Eh, aku belum tau namamu...??", menjabat tangan Dion.

Dion: "Aku Dion, panggil saja Ion.."

Putri: "Iya nih Ion, aku lagi cari buku Sejarah.. Kamu tau nggak tempatnya."

Dion: "Oh, kamu salah tempat ini, di bagian ujung sana itu tempatnya, sini aku tunjukkan.."

Siti: "Iya.."

Saat itu, Dion dan Siti mulai akrab.. Mereka berdua sangatlah akrab sampai empat bulan kemudian.. Sangkin akrabnya, mereka berdua dikira pacaran oleh teman-temannya...

Di pagi hari yang cerah itu, di dalam kelas Dion bertanya kepada Siti..

Dion: "Siti, kamu tau kan, aku suka dengan Putri, dan kamu kan satu bangku dengannya... Jadi, apa aku bisa meminta padamu mempertemukan aku dengannya hari ini...??"

Siti: "Oh itu, boleh saja.. Dimana tempatnya...?

Dion: "Selepas pulang sekolah nanti, kamu ajak dia ke taman yang sering kita kunjungi dulu oke,, kamu tau kan tempatnya...?"

Siti: "Iya, aku tau itu.."

Dion: "Makasih yah Tii.."

Siti: "Iya, sama-sama, kan kamu yang bilang dulu, kita kan sahabat, makanya kita harus saling membantu bukan..!!"

Dion: "Iya,, iya..."

Selepas pulang sekolah, Siti dan Putri jalan pulang kerumah bersama-sama...

Siti: "Put, aku ingin mengajak kamu ke sebuah tempat..!"

Putri: "Tempat apa...?

Siti: "Taman...!!"

Putri: "Hah, taman... Untuk apa...??"

Siti: "Nanti kamu akan kupertemukan dengan seseorang.. Oke sampai jumpa nanti sore, kamu harus berpakaian rapi yah dan harus cantik.."

Putri: "Siapa sih Siti?,, siapa...??"

Siti: "Nanti kamu akan tau juga.."

Siti pun menghilang dari pandangan Putri..

Sorenya, Siti dan Putri pun ke tempat yang dituju yaitu Taman yang sering dikunjungi oleh Siti dan Dion.. Disana sudah duduk seorang laki-laki yang terlihat cupu dengan kacamata minusnya.. Ya, dia adalah Dion.. Dion telah menunggu Siti dan Putri di Taman tersebut..

Putri: "Dion, kamu kok disini..??"

Siti: "Ya, dialah yang akan aku pertemukan denganmu Putri..?

Dion: "Ya benar, aku yang menyuruh Siti untuk mempertemukan kita.. Sebenarnya, saat pertama aku melihatmu, aku sudah jatuh hati padamu.. Jadi, apa kamu mau jadi pacarku..???"

Putri: "Maaf Dion, aku tidak bisa menerimamu.."

Dion: "Kenapa...? Apa karena aku cupu..."

Putri: "Tidak Ion, tidak seperti itu, aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku tidak lebih.. Dan aku juga sudah punya pacar..."

Dion: "Haah.. Siapa..?"

Putri: "Dia dari sekolah duluku, dan kami tetap menjalin hubungan sampai sekarang.. Maafkan aku Ion.. Maafkan aku...?? Aku sudah menganggapmu sebagai sahabat, tidak lebih dari itu..!!"

Dion: "Baik, tidak apa-apa kok.."

Putri: "Maafkan aku Ion, maafkan aku.."

Putri pun pergi meninggalkan Dion dan Siti di taman tersebut.

Siti: "Maafkan aku yah Ion, seharusnya aku tidak membawa Putri ke sini.. Ini hanya menyakiti hatimu.."

Dion: "Tidak apa-apa kok, mungkin sudah nasibku begini.. Tidak ada seorang pun yang menyukaiku.. Aku kan orang cupu... "

Siti: "Tidak Ion, tidak... Masih ada yang menyukaimu dan menyayangimu.."

Dion: "Siapa...?? Orang tuaku..?? Ya tentu, dialah yang mencintaiku dan menyayangiku selama ini.."

Siti: "Masih ada yang mencintaimu dan menyayangimu selain orang tuamu Ion..?"

Siti: "Apa kamu tidak sadar...?? Selama ini aku yang menyayangimu, aku juga menyukaimu, aku tidak melihat dari cupu atau tidaknya dirimu, tetapi kamu itu baik hati, kamu juga pintar.. Terus apa lagi.. Aku menyukaimu dari lubuk hatiku.."

Dion: "Jadi, kamu...?? Selama ini kamu menyukaiku...??"

Siti: "Iya... Kamu boleh menerimaku atau tidak... Tapi tali persahabatan kita akan tetap berjalan kan..."

Dion: "Tidak...!!!"

Siti: "Kenapa... Apa tali persahabatan kita akan putus..."

Dion: "Tidak... Jadi, kamu bisa menerima aku dengan kondisi seperti ini, dengan gaya cupu seperti ini..."

Siti: "Tentu saja.. Gaya cupumu itu bisa saja kamu ubah"

Saat itu mereka berdua pun jadian, dan Putri menjadi sahabat mereka berdua...


Selesai.

***

No comments:

Ads

loading...