Friday, May 3, 2019

✔️Hantu Penunggu Pohon | Menulis Dapat Menghasilkan Karya



Perjalanan David kekampung kakek & neneknya sangat melelahkan. Biasanya, jika libur sekolah, David jalan-jalan kerumah neneknya mengendarai mobil bersama kedua orangtuanya. Tetapi kali ini, David kekampung hanya sendirian tanpa kedua orangtuanya karena mereka sedang sibuk bekerja dikota.

Sesampai dirumah kakek & neneknya, David langsung disambut bak seorang Raja. David disuguhkan makanan yang banyak, bahkan penyambutan itu seperti pesta pernikahan saja. Orang-orang saling berdatangan selang 15 menit sampainya David di rumah kakek & neneknya.

Pada malam harinya, suasana semakin meriah karena teman-teman David di kampung tersebut datang ke rumah kakek & nenek David. Memang kebiasaan seperti ini sudah menjadi budaya dan sering dilakukan orang-orang dikampung kakek & nenek David.

Di malam itu David saling bertukar cerita pengalaman kepada teman-temannya, sebaliknya teman-teman Davin pun begitu, saling bertukar cerita pengalaman mereka kepada David. Waktu menunjukkan tepat jam 02.00 malam, David dan teman-temannya menghentikan ceritanya dan mereka semua menginap dirumah kakek & nenek David.

Kira-kira jam 03.15 malam, David terbangun dari tidurnya. Dia ingin buang air kecil, David pun berjalan kearah WC. Setelah dari WC David langsung kembali ketempat tidurnya semula. Ditengah perjalanan, dia berpapasan dengan Edward temannya. Edward kelihatan tidak memperhatikan David, bahkan dia seperti tidak melihat David dan berjalan melewatinya dengan tatapan kosong. David tidak merasa aneh karena dia kira temannya itu pasti ingin buang air kecil sama seperti dirinya.

Sesampai ditempat tidurnya, dia sangat terkejut karena dia melihat Edward temannya sedang tertidur pulas di tempat tidurnya. David pun langsung cepat-cepat tidur dan mulai berkeringat dingin.

Besoknya, David menceritakan kejadian semalam kepada teman-temannya. Tetapi teman-temannya hanya menertawakannya dan berkata, "Itu hanya halusinasimu saja!!!".

Saat malam tiba, David disuruh oleh neneknya untuk tidur di kamarnya yang biasa ia tempati jika kerumah kakek & nenek. Tepat dibelakang kamarnya, ada sebuah pohon nangka yang besar dan daunnya rindang serta buahnya yang sangat banyak dan besar-besar. Malam itu, suasananya sangat sepi karena tidak ada suara-suara sedikit pun,, warga-warga dari daerah tersebut sedang mengunjungi kampung sebelah yang salah satu warganya sedang menjalani pernikahan. Sekitar jam 10.00 malam, angin bertiup kencang membuat daun nangka di belakang kamar David bergegas membuat David tidak dapat tidur dengan nyenyak. Beberapa menit kemudian, David mendengar suara canda tawa dari arah pohon nangka tersebut. Dengan rasa penasaran David bangkit dari tidurnya dan mencoba melihat kearah pohon nangka tersebut. Alangkah kagetnya David ketika dia melihat pohon itu. Dia melihat 3 orang wanita berpakaian putih panjang dengan rambut hitam panjang dan tertawa terbahak-bahak diatas pohon nangka tersebut. David langsung berlari ke tempat tidurnya dan menutupi dirinya dengan selimut.

Esok harinya, dia menceritakan kejadian yang menimpanya semalam kepada kakek & neneknya. Kakek & nenek David terkejut. Kakek David pun menceritakan cerita tentang pohon nangka tersebut.

Dulunya ada seorang wanita yang jatuh cinta kepada seorang laki-laki, setelah menjalin hubungan dengan laki-laki ini, diapun hamil. Tetapi, laki-laki ini tidak ingin bertanggung jawab. Sehingga wanita ini bunuh diri dengan gantung diri di atas tangkai pohon itu. 3 tahun kemudian seorang wanita gantung diri karena gagal kawin dengan pasangannya. Selanjutnya seorang wanita mengalami kecelakaan di pohon itu dan meninggal secara tragis di tempat itu.

Dan kakek David menceritakan bahwa setiap malam Jum'at, hantu wanita di pohon nangka ini akan menampakkan dirinya dan bercanda tawa secara riang diatas pohon tersebut. Bahkan salah satu hantu ini biasa memperlihatkan diri dengan wujud yang menyerupai keluarga, teman, ataupun sahabat di sekitar kita, cerita sang kakek.

Pada malamnya, tidak ada suara apapun dari pohon itu, tidak ada suara tawa ataupun lainnya. Tapi sekitar jam 12 malam, terdengar suara tangis seorang wanita. Suara itu berasal dari pohon itu. David dengan keringat dinginnya mencoba melihat sumber suara itu. Terlihat seorang wanita menangis diatas pohon itu. Tangisan wanita itu membuat David tidak bisa tidur. Sekitar jam 3 subuh, baru David bisa tidur dengan lelapnya.

Keesokan pagi, David dikejutkan dengan kedatangan kedua orangtuanya, David merasa senang sekali. Seperti saat pertama David disambut di daerah tersebut, begitulah juga yang dirasakan juga kedua orangtua David, bagaikan pesta pernikahan saja. Semalaman, mereka semua bercanda tawa bersama, berbagi cerita dan pengalaman. Malam itu, mereka semua tertidur dengan lelapnya, tanpa ada gangguan sedikit pun dari makhluk-makhluk di pohon nangka tersebut.

Malam-malam berikutnya, David tidak lagi mengalami gangguan hingga hari kembalinya David dan kedua orangtuanya ke tempat asalnya di kota.

No comments:

Ads

loading...