Friday, May 10, 2019

☑️Mirrors | Menulis Dapat Menghasilkan Karya



Aku takut berlama-lama didepan cermin. Karena apa? Aku takut melihat bayanganku kembali tersenyum dan tertawa aneh. Sungguh pengalaman paling menakutkan bagiku.

Atau melihat makhluk hitam yang memangku sesuatu di sudut tembok, bahkan aku melihat pamanku yang sudah lama meninggal memanggilku didalam cermin.

Kini cermin kamarku kututupi dengan tirai hitam sehingga aku tak akan kembali melihat hal aneh lagi.

Sungguh ini sebuah kesalahan paling fatal yang aku lakukan.

Makhluk dalam cermin datang menemui diriku dalam mimpi buruk hari ini. Dia marah, bahkan geram tak bisa melihatku. Aku hanya diam terbaring beku dibawah bayangan hitam yang menekanku. Jari-jari tajamnya diusapkan kepipi-pipiku. Kulihat gigi runcing terselip dibalik bibir hitamnya saat dia tersenyum licik. Aku meronta namun tak bisa. Tubuhku penuh dengan rambut hitam yang mengikatku. Aku hanya dapat menatapnya dengan rasa amat ketakutan.

"Buka atau kau tak akan melihat apa-apa lagi," tunjuk makhluk itu pada tirai cermin.

Seakan dia paham bahwa aku tak mungkin menolak, maka dia hilang dan aku bangun dari tidurku.

Kulihat dikedua tanganku terdapat dua benda. Ditangan kiriku, kupegang sebuah kayu panjang dan ditangan kananku kupegang sebuah batu besar. Entah sejak kapan aku memegangnya.

Kupikir sejenak. Lalu kuteringat kata-kata makhluk hitam tadi, aku harus membuka tirai sehingga aku bisa melihatnya kembali. Namun, pikiran licik melintas diotakku. Kulempar batu besar itu kearah cermin. Suara hempasan terdengar, benda-benda kaca jatuh terbanting menjadi beberapa bagian. Aku tersenyum. Cermin itu terpecah belah tak berbentuk lagi.

Dan inilah kefatalannya. Makhluk dalam cermin itu keluar dari pecahan cermin lalu menyerang dan mencekikku.

Aku menatap pahit makhluk itu.

***

No comments:

Ads

loading...