Friday, May 10, 2019
✔️Mis Kunti & Pocong Ompong | Menulis Dapat Menghasilkan Karya
Dikisahkan, pada sebuah tempat keramat hiduplah berbagai jenis makhluk halus yang tak kasat mata. Kuntilanak salah satunya. Dia seringkali dikatakan GILA oleh penduduk setempat karena keseringan tertawa yang tidak jelas. Karena memang kebiasaan yang tak bisa dikontrolnya itu dia pernah diusir oleh ketua penduduk yaitu Genderuwo yang tak tahan mendengar tawa Mis Kunti tiap malam. Mis Kunti luntang lantang sambil tertawa meratapi nasibnya yang malang.
Pocong Ompong, panggilan itu di khususkan kepada makhluk pocong muda yang awal kematiannya karena giginya tersangkut di dahan pohon. Bahkan karena kekurangannya itu, jika tertawa, dia selalu memberi kebahagian pada semua makhluk. Hampir semua makhluk merasa setengah mati jika melihat pocong ompong tertawa terbahak-bahak. Dia merasa sangat lebih membahagiakan makhluk-makhluk yang ada disekitarnya sehingga dia pergi dari tempat tinggalnya.
Awal bertemunya Mis Kunti dan Pocong Ompong dimulai disekitar kuburan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Saat itu Mis Kunti duduk diatas ranting pohon dengan menghapus air liurnya sambil tertawa penuh dengan rasa sedih. Pompong (Pocong Ompong) dapat cipratan air entah itu darimana asalnya. Dia sedang beristirahat dibawah pohon tepat dibawah Mis Kunti. Pompong lalu menatap ke atas dan melihat Mis Kunti yang cantik namun GILA dengan tawanya yang sangat merusak gendang telinga.
“Hei, kamu...???”
“Apa... Aku kenapa,,,,????”
“Kamu.... Cantik...”
“Makasih... Hahahahaha...”
“Gila....”
“Apa... Kamu bilang aku gila....!!!”
“Bukan... Gila, kamu cantik sekali...”
Disaat itulah hubungan mereka berdua berlanjut hingga ke hubungan pernikahan. Ternyata Sundel Bolong yaitu anak Genderuwo menaruh hati pada Pompong saat melihat tawa Pompong yang membuatnya merasa bahagia. Dia menyuruh ayahnya untuk membatalkan pernikahan Pompong dengan Mis Kunti, tapi Genderuwo tidak bisa melakukannya karena itu melanggar adat buku keramat yang sangat ditakuti. Akibatnya, Sulong (Sundel Bolong) tidak menghadiri pernikahan Mis Kunti dan Pompong karena merasa sedih. Dia lalu bunuh diri namun gagal total dan ditemukan GILA akibat stress.
Dua tahun menjalani pernikahan, Kuntilanak pun dianugerahi anak. Anak yang botak dan kecil yang diberi nama Si Gundul. Si Gundul makin lama makin kecil dan itu membuat kuntilanak makin tertawa dengan kondisi anaknya yang sungguh memprihatinkan. Pompong meminta saran kepada Suster Ngesot untuk menolong anaknya Si Gundul. Dengan tergesa-gesa dan karena tidak ada kendaraan, Suster Ngesot diseret sekitar 2 Km dari jarak tempatnya. Sampailah dimana Si Gundul di simpan. Suster Ngesot menatapnya prihatin, namun kaget ketika ibunya, Kuntilanak menertawakan kondisi si Gundul.
“Ini harus dikasih nama yang baru,,, aku rasa dia tidak suka dengan nama si Gundul,” ucap Suster Ngesot.
“Jadi, nama apa yang bagus sus,,” balas Pompong.
“Bagaimana kalau si Botak,,” saran Mis Kunti.
“Jangan,,, itu malah buat si Gundul tambah parah,,,”
“Kalau Tuyul,,, boleh,,,” saran Pompong.
“Aku rasa itu terlalu jelek,, coba Si Penyek,,, kan wajahnya penyek,,,” saran Mis Kunti.
“Emm,, aku rasa Tuyul agak mendingan,,, lihat wajah penyek itu mulai mengembang,,,” tunjuk Suster Ngesot pada wajah Si Gundul.
Akhirnya, Si Gundul berubah nama menjadi Tuyul. Kondisi tubuhnya pun makin lama makin membaik namun ada satu masalah yaitu tidak berkembangnya ketinggian Tuyul. Kembali lagi Suster Ngesot diseret sekitar 2.5 Km.
“Oh,, ini akibat nama Tuyul yang berarti pendek dalam kamus kehantuan...” ucap Suster Ngesot sambil menutup kamus hantu yang dipegangnya.
“Anakku yang malang,,, Hahahahaha,,,,,” tawa Mis Kunti yang membuat Suster Ngesot kaget apalagi sisertai tawa Pompong yang memperlihatkan kosongnya mulut Pompong yang tak dihiasi apa-apa.
“Apa ini akan berlanjut sampai Tuyul dewasa sus...”
“Aku rasa begitu...”
Umur Tuyul sudah hampir 28 tahun namun masih kecil dan tak berkembang-kembang. Dia menjadi anak yang sering mabuk-mabukan, menggoda makhluk lain serta main judi di pos kambling satpam hantu. Bahkan pekerjaan sehari-harinya yaitu mencuri uang makhluk lain. Pompong dan Mis Kunti merasa bersedih karena kelakuan anaknya itu.
Tuyul pun dititipkan kepada Jelangkung yaitu sepupu Kunti karena Kunti dan Pompong akan keluar kota hantu untuk mencari uang.
Setelah ditinggal Kunti dan Pompong, Tuyul langsung disiksa oleh Jelangkung yang merasa uangnya selalu kecurian tiap hari. Tuyul makin lama makin menjadi-jadi hingga tak mempedulikan Jelangkung yang hanya tinggal tulang belulang di kamarnya.
Akhir kisah ini yaitu, Pompong dan Mis Kunti bercerai akibat Pompong melakukan operasi gigi runcing dan merubah namanya menjadi Drakula. Mis Kunti merasa sedih hingga tertawa setiap hari diatas pohon.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ads
loading...
No comments:
Post a Comment