MAKALAH
Mata Kuliah : Agroindustri
Perkebunan
Modul : Manajemen Usaha Agroindustri Perkebunan
Dosen : Zulfitriany DM, S.P., MP

Oleh
:
Kelompok
2
Ø Syamsul
Bahri
Ø Tenri
Wulan
Ø Penniwati
Ø Muliana
Ø Noor
Fadhilah Fajri
Ø Rini
Asmarina
TEKNOLOGI
PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
POLITEKNIK
PERTANIAN NEGERI PANGKEP
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT. atas segala karunia dan hidayah-Nya sehingga
makalah dengan modul“Manajemen Usaha Agroindustri Perkebunan" dapat
diselesaikan dengan baik dan lancar. Shalawat dan taslim senantiasa kita
haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa manusia
dari zaman jahiliyyah ke zaman islamiyah.
Makalah
ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Agroindustri Perkebunanyang
didalamnya membahas tentang manajemen usaha hasil perkebunan.
Penulis
sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritik
dan saran yang konstruktif sangat diharapkan dari pembaca. Dan penyusun
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Pangkep, 24April
2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.......................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................... ii
DAFTAR ISI.......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang........................................................................... 1
1.2
Runusan Masalah....................................................................... 1
1.3
Tujuan........................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Struktur Organisasi PT.Freshco.Tbk.......................................... 3
2.2
Alur Proses Pengolahan Kakao di PT.Freshco.Tbk................... 6
2.3
Manajemen Pemasaran PT.Freshco.Tbk..................................... 10
2.4
Kebutuhan SDM di PT.Freshco.Tbk......................................... 13
2.5
Tips Pemasaran dari PT.Freshco.Tbk......................................... 17
BAB III PENUTUP
3.1
Simpulan.................................................................................... 19
3.2
Saran.......................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Indonesia kaya akan sumber daya
alam yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian negara. Banyak
masyrakat Indonesia yang tidak sadar dengan sumber daya yang dimiliki
Indonesia. Padahal jika masyarakat Indonesia sadar akan sumber daya yang
dimiliki, besar kemungkinan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
Salah satu kekayaan alam yang ada
di Indonesia yaitu dibidang tanaman perkebunan. Tanaman perkebunan ini
merupakan tanaman yang memiliki sumber gizi yang tinggi. Salah satu tanaman
perkebunan yaitu kakao. Kakao merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan
di Indonesia. Dengan peluang seperti ini dapat dimanfaatkan dengan membangun
sebuah perusahaan pengolahan coklat.
Perusahaan pengolahan coklat sudah
banyak di Indonesia tetapi,sangat penting untuk mendirikan perusahaan coklat di
Indonesia, selain dapat menambah pendapatan negara juga dapat membuka lapangan
pekerjaan bagi masyarakat Indonesia yang menganggur. Pada makalah ini kami
membahas tentang perusahaan coklat yang kami dirikan dengan nama PT. Freshco
Tbk. Perusahaan ini bekerja sama dengan berbagai Investor yang ingin
menginvestasikan sahamnya di perusahaan kami. Pada pemasaran produknya kami
bekerja sama dengan Supermarket dan membentuk agen-agen pemasaran agar produk
dari perusahaan kami dapat sampai di Desa-desa.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
Alur Proses Pengolahan Kakao di PT.Freshco.Tbk ?
2. Bagaimana
Manajemen Pemasaran PT.Freshco.Tbk ?
3. Bagamana
kebutuhan SDM di PT.Freshco.Tbk ?
4. Bagaimana
Tips Pemasaran dari PT. Freshco.Tbk ?
1.3
Tujuan
1. Untuk
MengetahuiAlur Proses Pengolahan Kakao di PT. Freshco.Tbk
2. Untuk
MengetahuiManajemen Pemasaran PT.Freshco.Tbk
3. Untuk
Mengetahui kebutuhan SDM di PT.Freshco.Tbk
4. Untuk
Mengetahui Tips Pemasaran dari PT. Freshco. Tbk
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Struktur
Organisasi PT.Freshco.Tbk

1.
Direksi
adalah Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas
pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan
tujuan Perseroan serta mwakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar
pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
2.
Direktur
utama adalah jabatan yang ditunjuk dan memberi laporan kepada Dewan Direksi /
Board of Director (BOD). Adapun Tugas dan Wewenang Direktur Utama adalah
mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan dibidang administrasi
keuangan, kepegawaian dan kesekretariatan, mengkoordinasikan dan mengendalikan
kegiatan pengadaan dan peralatan perlengkapan, merencanakan dan mengembangkan
sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
3.
CFO
atau direktur keuangan adalah salah satu jabatan yang paling disegani dalam
bidang keuangan karena keluasan dan kedalamam pengalaman yang dituntut jabatan
ini. CFO itu penting sekali bagi kesuksesan suatu organisasi, dan memerlukan
pemahaman yang menyeluruh tentang akuntansi dan keuangan dalam konteks
bagaimana mereka menopang strategi dan operasi bisnis.Tanggung jawab
sehari-hari seorang CFO sangat bervariasi, dan dapat mencakup mencari sumber
dan mengelola dana, ukuran kinerja, akuntansi manajemen, dukungan keputusan dan
pelaporan keuangan.
4.
Perancangan anggaran
adalah orang-orang yang bertanggung
jawab atas segala hal yang menyangkut mengenai anggaran baik itu
anggaran masuk dalam perusahaan ataupun yang keluar. Dan merupakan bawahan dari
direktur keuangan.
5.
Direktur adalah orang-orang
yang memiliki tugas dan wewenang yang penting dalam suatu perusahaan. Adapun
tugas dan wewenang tersebut adalah Menentukan kebijakan tertinggi perusahaan,
bertanggung jawab terhadap keuntungan dan kerugian perusahaan, mengangkat dan
memberhentikan karyawan perusahaan, memelihara dan mengawasi kekayaan peseroaan
terbatas, bertanggung jawab dalam memimpin dan membina perusahaan secara
efektif dan efesien, mewakili perusahaan, mengadakan perjanjian-perjanjian,
merencanakan dan mengawasi pelaksanaan tugas personalia yang bekerja pada
perusahaan.
6.
Manajer personalia
memiliki tugas pokok/ tugas utama diantaranya adalah mengkoordinasikan semua kegiatan manajemen sumber
daya manusia dalam organisasi, untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya
manusia secara strategis seperti kompensasi karyawan, rekrutmen, kebijakan
personalia, dan kepatuhan terhadap peraturan.
7.
Manajer pemasaran bertanggung jawab
dalam perusahaan secara umum diantaranya yaitu melakukan identifikasi
peluang pema yang ada dengan cara mengidentifikasi kebutuhan konsumen,
mendefinisikan pasar, pangsa pesaing, dan kekuatan dan kelemahan pesaing serta
membangun pangsa pasar yang ditargetkan / membangun tren, melakukan pemantauan
dan tren pasar, mempersiapkan mengelola rencana pemasaran, membuat target
pemasaran dan penju melalui perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, serta
mengevaluasi iklan, mengeksplorasi cara untuk me produk dan layanan yang ada
dan meningkatkan profitabilitas, mengelola materi promosi.
8.
Manejer administrasi perkantoran adl bagian dari
manajemen yg memberikan informasi layanan bidang administrasi yg diperlukan ukt
melaksanakan kegiatan secara efektif & memberi dampak kelancaran pada
bidang lainnya. Adapun tugas dari manajer administrasi adalah membantu perusahaan memelihara persaingan, memberikan
pekerjaan ketatausahaan yg cermat, membuat catatan dgn biaya minimal, memberikan
semua keterangan yg lengkap & diperlukan siapa saja, kapan & di mana
hal itu diperlukan ukt pelaksanaan perusahaan secara efisien memberikan catatan
& laporan yg cukup dgn biaya serendah-rendahnya.
9.
Manajer
produksi bertugas dalam bertanggung
jawab atas segala mekanisme manajemen produksi secara teknis yang meliputi
pengawasan dan pengendalian proses produksi, mengawasi proses produksi,
mengorganisir perbaikan dan pemeliharaan rutin peralatan produksi, mengawasi
pekerjaan staf junior, menilai kelayakan proyek, mengelola pemesanan dan
pembelian baha baku produksi, menjadi penghubung dengan pembeli, pasar dan staf
penjualan, memperkirakan serta melakukan ne rentang waktu dengan klien dan
manajer dalam hal yang berkaitan dengan proses produksi
10. Manajer pengembangan dan riset (R&D)
di suatu perusahaan bertanggung jawab untuk segala aktivitas riset dan
pengembangan di perusahaan tersebut. Bagian R&D juga bertanggung jawab
untuk memastikan kualitas performansi dalam perusahaan sesuai dengan standar
yang telah ditetapkan perusahaan.
11. Kepala
keamanan bertanggung jawab dalam memastikan
bahwa pengelolaan, penyelenggaraan dan pengorganisasian kegiatan operasional
berjalan sesuai dengan peraturan dan mempertanggungjawabkan tugasnya secara
langsung kepada Area Manajer, serta secara tidak langsung kepada Operasional
Manager.
2.2
Alur
Proses Pengolahan Kakao di PT.Freshco.Tbk
Untuk memperoleh coklat
dengan hasil terbaik, buah kakao dipanen dalam kondisi masak sempurna. Buah
dipotong dan ditumpuk dengan hati-hati, lalu dibelah dan diambil bijinya. Di
tingkat petani, biji coklat difermentasi dan dikeringkan sebelum dikirim ke
pabrik coklat untuk pengolahan lebih lanjut.
1.
Persiapan Biji Coklat
(Cocoa Bean)
Biji ditumpuk di lantai
atau wadah (keranjang bambu, kotak kayu) dan difermentasi selama 2 – 8 hari.
Secara periodik, dilakukan pengadukan biji agar oksigen yang dibutuhkan untuk
proses fermentasi bisa masuk dan tersebar merata diseluruh tumpukan biji.
Selama fermentasi, suhu biji naik menjadi 45 - 50°C yang mematikan biji
(menghentikan germinasi) dan meningkatkan keasaman biji. Selain itu juga
terjadi pembentukan warna dan flavor serta degradasi parsial komponen penyebab
rasa pahit dan kelat. Pulp yang menempel pada biji coklat terdekomposisi secara
enzimatis menjadi cairan yang larut air. Fermentasi dikatakan sempurna jika
warna biji kakao berubah dari warna terang menjadi coklat gelap yang homogen
dan biji mudah dipisah dari kulit bijinya.
Setelah fermentasi
selesai, biji dikeringkan hingga kadar air mencapai 6 – 8%. Proses pengeringan
bisa dilakukan dengan cara penjemuran atau menggunakan oven pengering (55 –
66oC). Di beberapa negara, termasuk Indonesia, dilakukan pencucian biji sebelum
dikeringkan. Walaupun akan memperbaiki penampakan biji, tetapi pencucian yang
berlebihan beresiko untuk meningkatkan kerapuhan biji.
2.
Pembuatan Pasta Coklat
(Cocoa Liquor)
Pembuatan pasta coklat melibatkan
tahapan proses pembersihan biji, pemisahan kulit dan penyangraian. Pembersihan
ditujukan untuk mengeluarkan pengotor yang mungkin terbawa, seperti pasir,
batu, partikel-partikel tanaman dan sebagainya. Keberadaan pengotor ini tidak
diinginkan. Jika pengotor yang keras hanya potensial untuk merusak peralatan
proses, maka pengotor organik juga bisa merusak flavor coklat selama proses
penyangraian.
Proses penyangraian biji coklat
dilakukan pada suhu maksimal 150oC, selama 10 – 35 menit, tergantung dari tujuan
akhir penggunaan biji. Biji yang akan diolah menjadi coklat (chocolate),
membutuhkan proses sangrai yang lebih intensif dibandingkan dengan biji yang
akan diolah untuk menjadi coklat bubuk (cocoa powder). Apapun metode
penyangraian yang dipilih, proses tidak boleh menghanguskan kulit karena akan
merusak flavor. Selama proses penyangraian, kadar air biji turun menjadi
sekitar 2% dan terjadi pembentukan flavor coklat. Biji akan berwarna lebih
gelap dengan tekstur yang lebih rapuh dan kulit menjadi lebih mudah dipisah
dari daging biji (nib). Penyangraian juga akan mempermudah proses ekstraksi
lemak. Selain itu, panas selama penyangraian juga berperan untuk membunuh
kontaminan yang mungkin terikut dari tahapan sebelumnya.
Biji yang telah disangrai secepatnya
didinginkan untuk mencegah pemanasan yang berlebihan. Biji selanjutnya
dihancurkan dan dipisahkan dari kulit ari dan lembaganya dengan menggunakan
teknik hembusan udara (menampi secara mekanis). Keberadaan kulit ari dan
lembaga tidak diinginkan karena akan merusak flavor dan karakteristik produk
olahan coklat.
Setelah penyangraian, biji coklat (nib)
mengalami proses penggilingan (pelumatan). Proses ini dilakukan secara
bertingkat sebanyak 2 – 3 tahap untuk memperoleh pasta coklat (cocoa liquor
atau cocoa mass) dengan tingkat kehalusan tertentu.
Pada pembuatan pasta coklat, kadang juga
dilakukan proses alkalisasi sebelum proses penggilingan. Tujuan proses
alkalisasi adalah untuk melembutkan flavor dengan menetralkan sebagian
asam-asam bebas, juga untuk memperbaiki warna, daya basah (wettability) dan
dispersibilitas coklat bubuk (cocoa powder) sehingga mencegah pembentukan
endapan dalam minuman coklat. Pada proses alkalisasi, nib sangrai direndam
dalam larutan alkali encer (konsentrasi 2 – 2.5%) pada suhu 75 – 100oC lalu
dinetralkan untuk selanjutnya dikeringkan sampai kadar air menjadi 2%, atau di
adon (kneading). Proses ini menyebabkan penggembungan pati dan menghasilkan
massa coklat dengan struktur sel berbentuk sponge dan porous.
3.
Pembuatan Coklat Bubuk
(Cocoa Powder) dan Lemak Coklat (Cocoa Butter)
Untuk memperoleh coklat bubuk, maka
sebagian lemak coklat (cocoa butter) yang ada di dalam pasta coklat harus
dikeluarkan. Proses pengeluaran lemak dilakukan dengan mengepress pasta
menggunakan pengepress (hidraulik atau mekanis) pada tekanan 400 – 500 bar dan
suhu 90 – 100°C.
Lemak coklat panas dilewatkan ke filter
press untuk memisahkannya dari kotoran yang mungkin terbawa, untuk selanjutnya
dicetak dan didinginkan. Lemak coklat ini digunakan oleh industri coklat.
Bungkil biji hasil dari pengepressan
dihaluskan dengan menggunakan alat penghalus (breaker) dan diayak untuk
memperoleh ukuran partikel bubuk yang seragam. Kadar lemak didalam coklat bubuk
berkisar antara 10 – 22%. Bubuk coklat dengan kadar lemak yang lebih tinggi
biasanya memiliki warna yang lebih gelap dan flavor yang lebih ringan. Coklat
bubuk ini digunakan dalam berbagai produk pangan, misalnya untuk membuat
minuman coklat, inggridient untuk cake, puding, ice cream dan sebagainya.
4.
Pembuatan Coklat (Chocolate)
Coklat (chocolate) dibuat dengan
menggunakan pasta coklat, yang ditambahkan dengan sukrosa, lemak coklat, dengan
atau tanpa susu dan bahan-bahan lain (flavoring agent, kacang-kacangan, pasta
kopi, dan sebagainya). Bahan-bahan ini dicampur dalam sebuah mixer atau paster,
sehingga dihasilkan pasta coklat yang kental yang selanjutnya mengalami proses
pelembutan (refining) dengan mesin tipe roll sampai diperoleh massa coklat
dengan tekstur yang halus (ukuran partikel kurang dari 20 µm).
Massa coklat hasil dari refining
berbentuk bubuk dan kering pada suhu ruang dengan flavor yang asam. Untuk
memperbaiki konsistensi tekstur dan flavornya, maka massa coklat kadang-kadang
diperam selama 24 jam pada suhu hangat (45 – 50oC) sebelum masuk ketahapan
proses penghalusan (conching). Proses pemeraman ini dikenal dengan sistem
dutch, kadang dilakukan untuk membuat coklat bubuk.
Proses penghalusan (conching) adalah
proses pencampuran untuk menghasilkan coklat dengan flavor yang baik dan
tekstur yang halus. Biasanya dilakukan dua tahap, proses dilakukan pada suhu
80oC selama 24 – 96 jam. Adonan coklat dihaluskan terus-menerus dan lesitin
ditambahkan pada akhir conching untuk mengurangi kekentalan coklat. Pada
tahapan ini, air dan senyawa pengganggu flavor menguap, lemak kakao akan
menyelimuti partikel coklat, gula dan susu secara sempurna sehingga memberikan
sensasi tekstur yang halus.
Lemak coklat memiliki beberapa bentuk
polimorfik dan proses pendinginan yang dilakukan akan sangat mempengaruhi
bentuk kristalnya. Jika pemadatan (kristalisasi) coklat cair dilakukan dengan
proses pendinginan yang tidak terkontrol, akan dihasilkan coklat padat dengan
tekstur yang bergranula dan spot-spot warna kelabu dipermukaan.
Tempering merupakan tahapan proses
berikutnya, yang dilakukan untuk memperoleh coklat yang stabil, karena akan
menghasilkan kristal-kristal lemak berukuran kecil dengan titik leleh yang
tinggi. Adonan lemak cair didinginkan dari 50oC menjadi 18oC dalam waktu 10
menit dengan pengadukan konstan. Adonan lalu didiamkan di suhu dingin selama
sekitar 10 menit untuk membentuk lemak coklat dengan kristal tipe ẞ yang
bersifat stabil. Suhu selanjutnya dinaikkan menjadi 29 – 31°C, dalam waktu 5
menit. Proses ini bisa bervariasi, tergantung komposisi bahan yang digunakan.
Sebelum pencetakan, suhu coklat cair
dijaga pada 30 – 32oC untuk dibawa ke wadah-wadah pencetakan. Selanjutnya,
dilakukan pendinginan lambat untuk memadatkan coklat dan coklat dikeluarkan
dari cetakan setelah suhu mencapai 10oC. proses pendinginan terkontrol akan
menghasilkan coklat padat dengan kristal lemak yang halus dan struktur yang
stabil terhadap panas, terlihat dari sifat lelehnya yang baik dan permukaan
yang mengkilap.
2.3
Manajemen
Pemasaran PT.Freshco.Tbk
Manajemen adalah sebuah
proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara
bekerja dalam sebuah team. Manajemen adalah seni untuk mengatur sesuatu, baik
orang ataupun pekerjaan. Sedang pasar adalah salah satu dari berbagai sistem,
institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur di mana usaha menjual
barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Pemasaran (menurut
Wikipedia ) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk
memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan
kebutuhan dan keinginan manusia.
Pada umumnya kegiatan
pemasaran berkaitan dengan koordinasibeberapa kegiatan bisnis. Strategi
pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1.
Faktor mikro, yaitu
perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan
Masyarakat
2.
Faktor makro, yaitu
demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut
ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran (dari sudut pandang
penjual):
1. Tempat yang strategis ( place ),
2. Produk yang bermutu ( product ),
3. Harga yang kompetitif ( price), dan
4. Promosi yang gencar ( promotion ).
Dari sudut pandang
konsumen:
1. Kebutuhan dan
keinginan konsumen (customer needs and wants ),
2. Biaya konsumen (
cost to the customer),
3. Kenyamanan
(convenience ), dan
4. Komunikasi
(comunication ).
Strategi Pemasaran yang
dilakukan pada PT. Freshco, Tbk yaitu:
1.
Brosur
Menyebarkan brosur merupakan salah satu
strategi pemasaran untuk bisnis coklat halal rumahan yang cukup efektif. Selain
menyebarkan brosur, Anda juga bisa memasang pamphlet di tempat-tempat yang
mudah dilihat oleh orang dan ramai dikunjungi orang. Semakin banyak orang yang
membaca brosur atau pampflet Anda maka semakin besar pula kemungkinan Anda
untuk menemukan konsumen atau pelanggan.
2.
Memanfaatkan Media
Online
Memasarkan produk atau bisnis coklat
halal rumahan melalui media online bukanlah hal yang baru lagi. Anda bisa
memulainya dengan membuat akun facebook, twitter dan lain sebagainya untuk
menjaring banyak konsumen. Selain itu, Anda juga dapat mencoba untuk bergabung
dengan forum-forum online yang sesuai dengan pangsa pasar. Menjalin hubungan
lebih luas akan memberikan kesempatan lebih baik bagi pemula bisnis.
3.
Pemasaran Dari Mulut Ke
Mulut
Sebagai langkah awal memasarkan produk
bisnis coklat halal rumahan memang bukan hal mudah. Biasanya para pemula bisnis
coklat halal rumahan memasarkannya dengan cara dari mulut ke mulut. Yang bisa
Anda jadikan target pasar adalah, teman, keluarga, tetangga bahkan rekan kerja.
Mulai dari orang terdekat tersebut Anda sebagai pemula bisnis bisa mendapatkan
kritikan serta masukan untuk mengembangkan bisnis coklat halal rumahan yang
Anda jalankan.
4.
Mengikuti Pameran Dan
Bazar
Bisnis coklat halal rumahan tidak akan
bisa berkembang dengan baik ketika Anda hanya duduk diam tanpa melakukan usaha
apapun. Salah satu strategi pemasaran untuk mengenalkan produk Anda adalah
dengan mengikuti pameran atau bazaar. Dengan begitu Anda mempunyai kesempatan
untuk memamerkan produk coklat halal hasil olahan rumahan Anda. Dengan
mengikuti acara bazar, pemula tidak hanya bisa meningkatkan penjualan produk
coklat halal tetapi juga bisa menjaring relasi bisnis lebih banyak lagi.
5.
Pasarkan Ke Toko-Toko
Jika hal ini dirasa perlu dan harus,
Anda dapat memasarkan produk dari bisnis coklat halal rumahan Anda ke toko-toko
yang berada jauh dari tempat tinggal Anda. Namun sebelum Anda menggunakan
strategi pemasaran rumahan, cobalah terlebih dahulu untuk memahami bagaimana
karakter pembeli dari toko tersebut. Apa yang mereka butuhkan dan bagaimana
pengaruhnya bagi bisnis rumahan Anda kelak.
6.
Kartu Nama
Membuat kartu nama bagi sebagian pemula
bisnis kadang dianggap sebagai hal sepele. Banyak dari pemula bisnis yang
menganggap bahwa membuat kartu nama hanyalah sebagai sarana untuk memudahkan
orang menghubungi perusahaan Anda. Padahal perlu Anda ketahui bahwa kartu nama
bisa digunakan sebagai alat untuk pemasaran bisnis coklat halal rumahan Anda.
Rumah memanglah tempat untuk memulai usaha
yang sangat strategis bagi Anda yang memiliki modal kecil. Jika bisnis coklat
halalrumahan Anda sudah maju dan berkembang dengan baik, barulah Anda
memikirkan strategi baru untuk menyewa tempat usaha yang lebih besar lagi.
2.4
Kebutuhan
SDM di PT.Freshco.Tbk
Sumber
daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi.
Timbulnya kebutuhan akan profesionalisme untuk membantu organisasi dalam
melaksanakan tujuannya menunjukkan semakin berperannya sumber daya manusia
dalam mencapai keberhasilan organisasi dan semakin meningkatnya perhatian
terhadap manajemen SDM. Para manajer memberikan perhatian penting kepada
ketersediaan kemampuan-kemampuan dan keahlian-keahlian yang dibutuhkan dalam
rangka pertumbuhan bisnis, kualitas kemampuan manajerial dan pengendalian
terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan pengelolaan sebagian besar
karyawan yang memiliki kemampuan tinggi. Agar tujuan organisasi dapat tercapai
dengan baik, dibutuhkan sumber daya manusia yang memenuhi syarat-syarat dan kriteria
organisasi. Dari semua kriteria tersebut diharapkan akan terbentuk sumber daya
manusia yang produktif yang berguna terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Manajemen yang baik akan cepat tanggap dalam memenuhi kebutuhan karyawan yang
memiliki kemampuan dari keinginan untuk melaksanakan program-program
organisasi. Untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka diperlukan
perencanaan sumber daya manusia. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa
mereka mempunyai karyawan yang benar pada saat yang tepat untuk melaksanakan
rencana organisasi.
Kebutuhan
(demand) atau permintaan akan sumber daya manusia oleh suatu organisasi adalah
merupakan ramalan kebutuhan akan sumber daya manusia ini bukan sekedar
kuantitas atau jumlah saja tetapi juga menyangkut soal kualitas. Dalam
meramalkan kebutuhan sumber daya manusia yang akan datang perlu memperhitungkan
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan organisasi itu.Adapun kebutuhan
tenaga kerja di PT. Freshco Tbk yaitu 55 orang.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi dan harus diperhitungkan dalam membuat ramalan kebutuhan
sumber daya manusia pada waktu yang akan datang antara lain:
1.
Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah kondisi
lingkungan bisnis yang berada diluar kendali perusahaan yang berpengaruh pada
rencana strategi dan rencana operasional, sehingga langsung atau tidak langsung
berpengaruh pada perencanaan SDM. Faktor eksternal tersebut pada dasarnya dapat
dikategorikan sebagai sebab atau alasan permintaan SDM dilingkungan sebuah
organisasi/perusahaan. Sebab atau alasan terdiri dari:
a.
Ekonomi Nasional dan
Internasional (Global)
Faktor
ini pada dasarnya berupa kondisi dan kecendrungan pertumbuhan ekonomi dan
moneter nasional dan/atau Internasional yang berpengaruh pada kegiatan bisnis
setiap dan semua organisasi atau perusahaan.
b.
Sosial, politik dan
budaya.
Faktor
ini tercermin dalam kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di
wilayah Negara tempat operasional sebuah organisasi atau perusahaan menjalankan
operasional bisnisnya.
c.
Perkembangan ilmu dan teknologi
Perkembangan
dan kemajuan Ilmu dan Teknologi berpengaruh pada kecepatan dan kualitas proses
produksi dalam bentuk teknologi untuk mendesain produk, meningkatkan efisiensi
kerja, produktivitas dan kualitas produk, termasuk juga teknologi pemberian
pelayanan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Organisasi yang
tidak mampu mengadaptasi kemajuan dan perkembangan teknologi baru yang canggih
dalam melaksanakan pekerjaan, akan ditinggalkan atau tersisih dalam
berkompetisi.
d.
Pasar Tenaga Kerja dan
Perusahaan pesaing
Pasar
tenaga kerja adalah areal geografi yang memiliki persediaan tenaga kerja yang
dibutuhkan (demand) sebuah perusahaan. Dan perusahaan pesaing adalah hal yang
harus dipertimbangkan dalam memprediksi kebutuhan SDM.
2.
Faktor internal
Faktor internal adalah kondisi persiapan
dan kesiapan SDM sebuah organisasi/perusahaan dalam melakukan operasional
bisnis pada masa sekarang dan untuk mengantisipasi perkembangannya dimasa
depan. Dengan kata lain faktor internal adalah alasan permintaan SDM, yang
bersumber dari kekurangan SDM didalam organisasi/perusahaan yang melaksanakan
bisnisnya, yang menyebabkan diperlukan penambahan jumlah SDM. Alasan ini
terdiri dari:
a.
Faktor Rencana
Strategik dan Rencana Operasional
Faktor
ini merupakan penyebab utama yang terpenting dalam memprediksi kebutuhan SDM.
b.
Faktor Prediksi Produk
dan Penjualan
Sebuah
organisasi atau perusahaan harus melakukan prediksi produk yang akan
dihasilkannya dan memprediksi pula produk yang bisa dipasarkan. Prediksi ini
pada dasarnya merupakan prediksi laba yang dapat diraih, dengan mempergunakan
jumlah dan kualitas SDM yang sudah dimiliki oleh organisasi/perusahaan.
Kemungkinan meningkat dan menurunnya produk dan pemasaran atau laba perusahaan,
sangat besar pengaruhnya pada prediksi kebutuhan SDM.
c.
Faktor Pembiayaan SDM
Dalam
memprediksi kebutuhan SDM sekurang-kurangnya harus sesuai dengan kemampuan
organisasi/perusahaan membayar upah/gaji tetap sebagai bagian pembiayaan SDM
dari presentase laba yang dapat diraih organisasi/perusahaan secara
berkelanjutan.
d. Faktor
Pembukaan Bisnis baru
Pengembangan
produk baru akan berdampak diperlukannya penambahan SDM, karena terjadi
penambahan pekerjaan dan bahkan mungkin bertambahnya jabatan baru. Untuk itu
perlu dilakukan prediksi kebutuhan SDM dalam perencanaan SDM, baik jumlah
maupun kualitasnya, yang disebabkan oleh pengembangan bisnis baru dilingkungan
sebuah organisasi/perusahaan.
e.
Faktor Desain
Organisasi dan Desain Pekerjaan
Semakin
banyak unit kerja dalam struktur organisasi, maka semakin banyak dan semakin
bervariasi kualifikasi permintaan dalam perencanaan SDM sebuah
organisasi/perusahaan.
f.
Faktor Keterbukaan dan
keikutsertaan para manajer
Pada
dasarnya faktor ini berkenaan dengan keterbukaan dan kebijaksanaan Manajer
Puncak. Kebijaksanaan tanpa diskriminasi dengan nilai-nilai demokratis
memungkinkan perencanaan SDM memprediksi jumlah dan kualifikasi permintaan SDM
secara akurat dan obyektif.
3.
Persediaan karyawan
Faktor ini adalah kondisi tenaga kerja
(SDM) yang dimiliki perusahaan sekarang dan prediksinya dimasa depan yang
berpengaruh pada permintaan tenaga kerja baru. Kondisi tersebut dapat diketahui
dari hasil audit SDM dan Sistem Informasi SDM (SISDM) sebagai bagian dari
Sistem Informasi manajemen (SIM) sebuah organisasi/perusahaan. Beberapa dari
faktor ini adalah:
a.
Karyawan yang akan
pension
Jumlah,
waktu dan kualifikasi SDM yang akan pension, yang harus dimasukkan dalam
prediksi kebutuhan SDM sebagai pekerjaan atau jabatan kosong yang harus dicari
penggantinya.
b.
Pengunduran diri karyawan
Prediksi
jumlah dan kualifikasi SDM yang akan berhenti atau keluar dan pemutusan
hubungan kerja (PHK) sesuai dengan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau kontrak
kerja, yang harus diprediksi oleh penggantinya untuk mengisi kekosongan pada
waktu yang tepat, baik dari sumber internal maupun eksternal.
c.
Kematian, dan
sebagainya.
Prediksi
yang meninggal dunia. Prediksi ini perlu dilakukan di lingkungan organisasi
atau perusahaan yang telah memiliki SDM dalam jumlah besar yang seharusnya
memiliki Sistem Informasi SDM yang akurat. Prediksi yang meninggal dunia
dilakukan karena kemungkinan terjadi diluar kekuasaan manusia atau tidak
tergantung usia, sehingga mungkin saja dialami oleh pekerja yang usianya
relative masih muda.
2.5
Tips
Pemasaran dari PT. Freshco. Tbk
Adapun tips pemasaran
dari PT. Frescho. Tbk ini adalah:
1.
Memasang iklan baris di
koran.
2.
Memasang iklan di buku
telepon (yellow pages).
3.
Menyebarkan katalog
promosi dan iklan di pusat perkulakan.
4.
Mendekati calon
konsumen lewat telepon secara aktif.
5.
Mendatangi langsung
konsumen yang potensial.
6.
Berpromosi lewat surat
( direct mail ).
7.
Menjadi pembicara di
seminar, dan bicarakan hal-hal yang hanya dikuasai.
8.
Menjadi pembicara tamu
acara dialog di radio.
9.
Membuat data konsumen
lengkap dengan alamat dan kontaknya. Jaga terus agar tetap up to date.
10. Membangun
citra perusahaan dengan kop surat yang menarik.
11. Merancang
brosur yang menjelaskan keuntungan produk.
12. Mengembangkan
cara pemesanan lewat jarak jauh ( delivery) seperti lewat surat, email, SMS, Telpon,
BBM atau media lainnya
13. Membuat
tempat khusus untuk memamerkan usaha Penjualan Coklat
14. Merancang
pemasaran jarak jauh (telemarketing )
15. Membuat
logo perusahaan sesuai dengan citra yang dibangun
16. Menerbitkan
bulletin yang berkaitan dengan usaha yang dimiliki, paling tidak 3 bulan sekali
17. Mencetak
kalender dan membagikannya sebagai souvenir.
18. Membuat
kampanye sosial yang berkaitan dengan bisnis Penjualan Coklat.
19. Membuat
stiker dengan logo dan slogan perusahaan dan membagikannya
20. Membuat
kaos dengan logo dan nama perusahaan lalu membagikannya.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Berdasarkan hasil
pembahasan dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebuah proses
yang dilakukan untuk mencapaiproses penyusunan komunikasi terpadu yang
bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya
dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini diharapkan
dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca. Serta diharapkan pembaca
dapat memahami pembahasan mengenai produk agroindustri hilir dari jamur. Selain
itu, dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu diharapkan
kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini
kedepannya.
DAFTAR
PUSTAKA
![]() |
|||
![]() |
|||


No comments:
Post a Comment