Saturday, May 23, 2015

Laporan Kimia : Uji Formalin dan Boraks

TUGAS LAPORAN

Mata Kuliah         : Kimia
Modul                  : Uji Formalin dan Boraks
Dosen                  : Andi Ita Juwita, S.Si., M.Si
Teknisi                 : -Syahriawati, S.Pi
                             : - Ahmad Daud, S.Pi., M.Si
                             : - Suryawati, S.Tp
                             : - Hermianti


Nama                   : Syamsul Bahri
NIM                     : 1422060137
Jurusan                : Agroindustri B
Kelompok            : D

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

2015






BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Sekarang ini banyak bahan kimia dan berbagai campuran lain yang digunakan oleh manusia untuk membuat makanan bahkan dijadikan pengawet pada makanan. Dengan campuran bahan kimia, makanan akan terlihat lebih menarik dan menghasilkan rasa yang lebih enak dan dapat awet dalam waktu yang sangat lama. Sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membeli dan mengkonsumsinya. Perkembangan produk pengawet saat ini hanya mungkin terjadi karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap berbagai jenis makanan yang praktis dan awet.
Pada awalnya, masyarakat belum menyadari akan bahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia tersebut, akan tetapi jika bahan tersebut dikonsumsi terus-menerus akan mengakibatkan terhadap masyarakat itu sendiri.kerugian yang ditimbulkan tidak hanya pada fisiknya saja, akan tetapi juga pada psikisnya apalagi untuk anak yang mengalami masa pertumbuhan.
Begitu banyak masyarakat yang tercemar oleh bahan pengawet boraks atau formalin yang sangat membahayakan ini, hanya dengan mendapatkan keuntungan yang banyak tapi tidak memperdulikan masyarakat yang mengkonsumsi makanan berpengawet tersebut.

B.   Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum yang kami lakukan adalah untuk mengetahui apakah pada sampel makanan terdapat boraks ataupun formalin.
BAB II
METODOLOGI

A.   Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal        : Kamis / 19 Maret 2015
Waktu                  : 02.00 - selesai
Tempat                 : Laboratorium Biokimia Politani Pangkep

B.   Alat dan Bahan
·         Alat
1.      Analisis Formalin
a.       Timbangan analitik                  e. Alat destilasi
b.      Blender                                   f. Pipet volumetrik
c.       Corong                                    g. Penangas air
d.      Kertas saring                           h. Gelas ukur
2.      Uji Boraks
a.       Cawan perselen
b.      Kertas tumerik
c.       Alat bakar

·         Bahan
1.      Analisis Formalin
a.       Ammonium asetat 150 gr                   d. aquades
b.      Asam asetat 3 ml                                e. Mie Basah
c.       Asetil aseton 2 ml
2.      Uji Boraks
a.       Mie basah yang sudah dihaluskan
b.      Metanol 5 ml
c.       H2SO4 paket 1 ml
C.   Cara Kerja
1.      Analisis Formalin
a.       Bersihkanlah sampel yang akan digunakan, ambil sebagian dari sampel yang akan digunakan.
b.      Blender sampel yang digunakan, timbang 10 gr dan tambahkan aquades 50 ml ke dalam breaker glass, kemudian saring.
c.       Hasil saring disuling/destilasi.
d.      Hasil sulingan di pipet 1 ml, tambahkan 2 ml aquades dan tambahkan 4 ml pereaksi Nash, kemudian kocok selama satu menit.
e.       Timbulnya warna kuning/ungu menunjukkan adanya formalin.

2.      Uji Boraks
a.       Buat larutan kunyit dan masukkan kertas saring ke dalamnya.
b.      Keringkan kertas saring tersebut.
c.       Panaskan air beserta potongan makanan yang akan di uji.
d.      Tetesi kertas saring kunyit dengan air rebusan tersebut.
e.       Untuk proses pembakaran, jika nyala api berwarna hijau berarti positif mengandung boraks.



BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Hasil
Tabel hasil pengamatan uji formalin dan boraks
No.
Jenis Sampel
Formalin
Boraks
Uji Nyala
Kertas Tumerik
1.
Bakso
-
-
-
2.
Kerupuk Ikan
-
Biru (-)
-
3.
Mie Basah
-
Biru (-)
-
4.
Ikan Kering
0,1 ppm
Merah (-)
-
5.
Ikan Bandeng
+
Hijau (+)
-
6.
Tahu
-
-
+

B.   Pembahasan
1.      Pada sampel bakso, ternyata dari hasil pengujian tidak terdapat formalin maupun boraks.
2.      Pada sampel kerupuk ikan, ternyata dari hasil pengujian tidak terdapat formalin maupun boraks.
3.      Pada sampel mie basah, ternyata tidak ditemukan adanya formalin dan boraks setelah pengujian.
4.      Pada sampel ikan kering, formalinnya berada pada 0,1 ppm dan tidak mengandung boraks.
5.      Pada sampel ikan bandeng, tenyata positive mengandung formalin dan positive mengandung boraks pada uji nyala.
6.      Pada sampel tahu, tidak mengandung formalin, akan tetapi positive mengandung boraks pada pengujian menggunakan kertas tumerik.



BAB IV
PENUTUP

A.   Kesimpulan
1.      Formalin dan boraks adalah suatu bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan makanan agar dapat bertahan lama.
2.      Pada sampel,ikan kering dan bandeng positif mengandung formalin. Ikan kering memiliki 0,1 ppm. Ikan bandeng juga mengandung boraks pada uji nyala. Dan tahu mengandung boraks pada uji kertas tumerik.
3.      Bahan-bahan makanan yang biasanya diberi bahan kimia biasa mengandung formalin dan boraks yang dapat merusak bagian-bagian dalam tubuh.

B.   Saran
-          Diharapkan agar teknisi tidak bosan-bosannya mengawasi mahasiswa yang sedang melakukan praktikum dan membimbing para mahasiswa dalam praktikum.
-          Diharapkan agar para mahasiswa yang melakukan praktikum dapat menjalankan proses prosedur kerja praktikum dengan benar. Diharapkan agar mahasiswa tidak berisik di dalam ruangan jika sedang melakukan praktikum.

No comments:

Ads

loading...