TUGAS LAPORAN
Mata Kuliah : Kimia
Modul : Uji Formalin dan Boraks
Dosen : Andi Ita Juwita,
S.Si., M.Si
Teknisi : -Syahriawati, S.Pi
: - Ahmad Daud, S.Pi., M.Si
: - Suryawati, S.Tp
: - Hermianti
NIM : 1422060137
Jurusan : Agroindustri B
Kelompok : D
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sekarang ini banyak bahan kimia dan berbagai
campuran lain yang digunakan oleh manusia untuk membuat makanan bahkan
dijadikan pengawet pada makanan. Dengan campuran bahan kimia, makanan akan
terlihat lebih menarik dan menghasilkan rasa yang lebih enak dan dapat awet
dalam waktu yang sangat lama. Sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membeli
dan mengkonsumsinya. Perkembangan produk pengawet saat ini hanya mungkin
terjadi karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap
berbagai jenis makanan yang praktis dan awet.
Pada awalnya, masyarakat belum menyadari akan bahaya
yang ditimbulkan oleh bahan kimia tersebut, akan tetapi jika bahan tersebut
dikonsumsi terus-menerus akan mengakibatkan terhadap masyarakat itu
sendiri.kerugian yang ditimbulkan tidak hanya pada fisiknya saja, akan tetapi
juga pada psikisnya apalagi untuk anak yang mengalami masa pertumbuhan.
Begitu banyak masyarakat yang tercemar oleh bahan
pengawet boraks atau formalin yang sangat membahayakan ini, hanya dengan
mendapatkan keuntungan yang banyak tapi tidak memperdulikan masyarakat yang
mengkonsumsi makanan berpengawet tersebut.
B.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari
praktikum yang kami lakukan adalah untuk mengetahui apakah pada sampel makanan
terdapat boraks ataupun formalin.
BAB
II
METODOLOGI
A.
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis / 19 Maret 2015
Waktu : 02.00 - selesai
Tempat :
Laboratorium Biokimia Politani Pangkep
B.
Alat dan Bahan
·
Alat
1.
Analisis
Formalin
a.
Timbangan
analitik e. Alat
destilasi
b.
Blender f. Pipet
volumetrik
c.
Corong g. Penangas
air
d.
Kertas saring h. Gelas ukur
2.
Uji Boraks
a.
Cawan perselen
b.
Kertas tumerik
c.
Alat bakar
·
Bahan
1.
Analisis
Formalin
a.
Ammonium asetat
150 gr d. aquades
b.
Asam asetat 3 ml e. Mie Basah
c.
Asetil aseton 2
ml
2.
Uji Boraks
a.
Mie basah yang
sudah dihaluskan
b.
Metanol 5 ml
c.
H2SO4
paket 1 ml
C.
Cara Kerja
1.
Analisis
Formalin
a.
Bersihkanlah
sampel yang akan digunakan, ambil sebagian dari sampel yang akan digunakan.
b.
Blender sampel
yang digunakan, timbang 10 gr dan tambahkan aquades 50 ml ke dalam breaker
glass, kemudian saring.
c.
Hasil saring
disuling/destilasi.
d.
Hasil sulingan
di pipet 1 ml, tambahkan 2 ml aquades dan tambahkan 4 ml pereaksi Nash,
kemudian kocok selama satu menit.
e.
Timbulnya warna
kuning/ungu menunjukkan adanya formalin.
2.
Uji Boraks
a.
Buat larutan kunyit
dan masukkan kertas saring ke dalamnya.
b.
Keringkan kertas
saring tersebut.
c.
Panaskan air
beserta potongan makanan yang akan di uji.
d.
Tetesi kertas
saring kunyit dengan air rebusan tersebut.
e.
Untuk proses
pembakaran, jika nyala api berwarna hijau berarti positif mengandung boraks.
BAB
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Tabel hasil pengamatan uji formalin dan boraks
No.
|
Jenis Sampel
|
Formalin
|
Boraks
|
|
Uji Nyala
|
Kertas Tumerik
|
|||
1.
|
Bakso
|
-
|
-
|
-
|
2.
|
Kerupuk Ikan
|
-
|
Biru (-)
|
-
|
3.
|
Mie Basah
|
-
|
Biru (-)
|
-
|
4.
|
Ikan Kering
|
0,1 ppm
|
Merah (-)
|
-
|
5.
|
Ikan Bandeng
|
+
|
Hijau (+)
|
-
|
6.
|
Tahu
|
-
|
-
|
+
|
B.
Pembahasan
1.
Pada sampel
bakso, ternyata dari hasil pengujian tidak terdapat formalin maupun boraks.
2.
Pada sampel
kerupuk ikan, ternyata dari hasil pengujian tidak terdapat formalin maupun
boraks.
3.
Pada sampel mie
basah, ternyata tidak ditemukan adanya formalin dan boraks setelah pengujian.
4.
Pada sampel ikan
kering, formalinnya berada pada 0,1 ppm dan tidak mengandung boraks.
5.
Pada sampel ikan
bandeng, tenyata positive mengandung formalin dan positive mengandung boraks
pada uji nyala.
6.
Pada sampel
tahu, tidak mengandung formalin, akan tetapi positive mengandung boraks pada
pengujian menggunakan kertas tumerik.
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Formalin dan
boraks adalah suatu bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan makanan agar
dapat bertahan lama.
2.
Pada sampel,ikan
kering dan bandeng positif mengandung formalin. Ikan kering memiliki 0,1 ppm.
Ikan bandeng juga mengandung boraks pada uji nyala. Dan tahu mengandung boraks
pada uji kertas tumerik.
3.
Bahan-bahan
makanan yang biasanya diberi bahan kimia biasa mengandung formalin dan boraks
yang dapat merusak bagian-bagian dalam tubuh.
B.
Saran
-
Diharapkan agar
teknisi tidak bosan-bosannya mengawasi mahasiswa yang sedang melakukan
praktikum dan membimbing para mahasiswa dalam praktikum.
-
Diharapkan agar
para mahasiswa yang melakukan praktikum dapat menjalankan proses prosedur kerja
praktikum dengan benar. Diharapkan agar mahasiswa tidak berisik di dalam
ruangan jika sedang melakukan praktikum.
No comments:
Post a Comment