Monday, May 25, 2015
Virtual Piano Online
Sunday, May 24, 2015
Mainkan atau Download Games Online : Dead Paradise 4 dan Snail Bob 8
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam sahabat blogger, kali ini Syamsul Bahri's Blog ingin memberikan dua buah game online untuk kalian mainkan. Langsung saja klik ini untuk memainkan game Dead Paradise 4 dan ini untuk game Snail Bob 8.
Atau yang ingin main secara off-line tinggal download filenya (format .swf) di Dead Pardise 4 dan Snail Bob 8.
Terima kasih atas kunjungannya...
Selamat malam sahabat blogger, kali ini Syamsul Bahri's Blog ingin memberikan dua buah game online untuk kalian mainkan. Langsung saja klik ini untuk memainkan game Dead Paradise 4 dan ini untuk game Snail Bob 8.
Atau yang ingin main secara off-line tinggal download filenya (format .swf) di Dead Pardise 4 dan Snail Bob 8.
Terima kasih atas kunjungannya...
Saturday, May 23, 2015
Laporan Kimia : Uji Formalin dan Boraks
TUGAS LAPORAN
Mata Kuliah : Kimia
Modul : Uji Formalin dan Boraks
Dosen : Andi Ita Juwita,
S.Si., M.Si
Teknisi : -Syahriawati, S.Pi
: - Ahmad Daud, S.Pi., M.Si
: - Suryawati, S.Tp
: - Hermianti
NIM : 1422060137
Jurusan : Agroindustri B
Kelompok : D
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sekarang ini banyak bahan kimia dan berbagai
campuran lain yang digunakan oleh manusia untuk membuat makanan bahkan
dijadikan pengawet pada makanan. Dengan campuran bahan kimia, makanan akan
terlihat lebih menarik dan menghasilkan rasa yang lebih enak dan dapat awet
dalam waktu yang sangat lama. Sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membeli
dan mengkonsumsinya. Perkembangan produk pengawet saat ini hanya mungkin
terjadi karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap
berbagai jenis makanan yang praktis dan awet.
Pada awalnya, masyarakat belum menyadari akan bahaya
yang ditimbulkan oleh bahan kimia tersebut, akan tetapi jika bahan tersebut
dikonsumsi terus-menerus akan mengakibatkan terhadap masyarakat itu
sendiri.kerugian yang ditimbulkan tidak hanya pada fisiknya saja, akan tetapi
juga pada psikisnya apalagi untuk anak yang mengalami masa pertumbuhan.
Begitu banyak masyarakat yang tercemar oleh bahan
pengawet boraks atau formalin yang sangat membahayakan ini, hanya dengan
mendapatkan keuntungan yang banyak tapi tidak memperdulikan masyarakat yang
mengkonsumsi makanan berpengawet tersebut.
B.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari
praktikum yang kami lakukan adalah untuk mengetahui apakah pada sampel makanan
terdapat boraks ataupun formalin.
BAB
II
METODOLOGI
A.
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis / 19 Maret 2015
Waktu : 02.00 - selesai
Tempat :
Laboratorium Biokimia Politani Pangkep
B.
Alat dan Bahan
·
Alat
1.
Analisis
Formalin
a.
Timbangan
analitik e. Alat
destilasi
b.
Blender f. Pipet
volumetrik
c.
Corong g. Penangas
air
d.
Kertas saring h. Gelas ukur
2.
Uji Boraks
a.
Cawan perselen
b.
Kertas tumerik
c.
Alat bakar
·
Bahan
1.
Analisis
Formalin
a.
Ammonium asetat
150 gr d. aquades
b.
Asam asetat 3 ml e. Mie Basah
c.
Asetil aseton 2
ml
2.
Uji Boraks
a.
Mie basah yang
sudah dihaluskan
b.
Metanol 5 ml
c.
H2SO4
paket 1 ml
C.
Cara Kerja
1.
Analisis
Formalin
a.
Bersihkanlah
sampel yang akan digunakan, ambil sebagian dari sampel yang akan digunakan.
b.
Blender sampel
yang digunakan, timbang 10 gr dan tambahkan aquades 50 ml ke dalam breaker
glass, kemudian saring.
c.
Hasil saring
disuling/destilasi.
d.
Hasil sulingan
di pipet 1 ml, tambahkan 2 ml aquades dan tambahkan 4 ml pereaksi Nash,
kemudian kocok selama satu menit.
e.
Timbulnya warna
kuning/ungu menunjukkan adanya formalin.
2.
Uji Boraks
a.
Buat larutan kunyit
dan masukkan kertas saring ke dalamnya.
b.
Keringkan kertas
saring tersebut.
c.
Panaskan air
beserta potongan makanan yang akan di uji.
d.
Tetesi kertas
saring kunyit dengan air rebusan tersebut.
e.
Untuk proses
pembakaran, jika nyala api berwarna hijau berarti positif mengandung boraks.
BAB
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Tabel hasil pengamatan uji formalin dan boraks
No.
|
Jenis Sampel
|
Formalin
|
Boraks
|
|
Uji Nyala
|
Kertas Tumerik
|
|||
1.
|
Bakso
|
-
|
-
|
-
|
2.
|
Kerupuk Ikan
|
-
|
Biru (-)
|
-
|
3.
|
Mie Basah
|
-
|
Biru (-)
|
-
|
4.
|
Ikan Kering
|
0,1 ppm
|
Merah (-)
|
-
|
5.
|
Ikan Bandeng
|
+
|
Hijau (+)
|
-
|
6.
|
Tahu
|
-
|
-
|
+
|
B.
Pembahasan
1.
Pada sampel
bakso, ternyata dari hasil pengujian tidak terdapat formalin maupun boraks.
2.
Pada sampel
kerupuk ikan, ternyata dari hasil pengujian tidak terdapat formalin maupun
boraks.
3.
Pada sampel mie
basah, ternyata tidak ditemukan adanya formalin dan boraks setelah pengujian.
4.
Pada sampel ikan
kering, formalinnya berada pada 0,1 ppm dan tidak mengandung boraks.
5.
Pada sampel ikan
bandeng, tenyata positive mengandung formalin dan positive mengandung boraks
pada uji nyala.
6.
Pada sampel
tahu, tidak mengandung formalin, akan tetapi positive mengandung boraks pada
pengujian menggunakan kertas tumerik.
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Formalin dan
boraks adalah suatu bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan makanan agar
dapat bertahan lama.
2.
Pada sampel,ikan
kering dan bandeng positif mengandung formalin. Ikan kering memiliki 0,1 ppm.
Ikan bandeng juga mengandung boraks pada uji nyala. Dan tahu mengandung boraks
pada uji kertas tumerik.
3.
Bahan-bahan
makanan yang biasanya diberi bahan kimia biasa mengandung formalin dan boraks
yang dapat merusak bagian-bagian dalam tubuh.
B.
Saran
-
Diharapkan agar
teknisi tidak bosan-bosannya mengawasi mahasiswa yang sedang melakukan
praktikum dan membimbing para mahasiswa dalam praktikum.
-
Diharapkan agar
para mahasiswa yang melakukan praktikum dapat menjalankan proses prosedur kerja
praktikum dengan benar. Diharapkan agar mahasiswa tidak berisik di dalam
ruangan jika sedang melakukan praktikum.
Laporan Kimia : Koloid
TUGAS LAPORAN
Mata Kuliah : Kimia
Modul : Koloid
Dosen : Andi Ita Juwita,
S.Si., M.Si
Teknisi : -Syahriawati, S.Pi
: - Ahmad Daud, S.Pi., M.Si
: - Suryawati, S.Tp
: - Hermianti
NIM : 1422060137
Jurusan : Agroindustri B
Kelompok : D
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam
kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai zat yang sukar digolongkan sebagai zat
biasa, zat cair, cat padat, ataupum zat gas. Zat-zat ini dalam ilmu kimia
dinamakan koloid. Contohnya antara lain susu, tinta, cat, sabun, kanji, minyak
rambut bahkan udara yang berdebu termasuk sistem koloid.
Kimia
koloid mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan dan penghidupan manusia.
Proses dialam sekitar kebanyakan berhubungan dengan sistem koloid. Protoplasma
dalam sel makhluk hidup merupakan suatu koloid, sehingga kimia koloid
diperlukan untuk menerangkan reaksi-reaksi dalam sel.
Sistem
koloid sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, hampir semua
bahan pangan mengandung partikel dengan ukuran koloid, seperti protein,
karbohidrat, dan lemak. Emulsi seperti susu juga termasuk koloid.
B. Tujuan
Praktikum
Adapun
tujuan dari praktikum ini yaitu:
-
Mahasiswa mampu membedakan suspensi
kasar, larutan sejati, dan koloid.
-
Mahasiswa mampu mengelompokkan jenis
koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi.
-
Mahasiswa mampu membuat koloid, emulsi
dan gel.
BAB
II
METODOLOGI
A. Waktu
dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis / 19 Maret 2015
Waktu :
02.00 - selesai
Tempat : Laboratorium Biokimia
Politani Pangkep
B.
Alat dan Bahan
·
Alat
-
Tabung Reaksi - Rak Tabung
-
Gelas Ukur - Gelas Kimia
-
Spatula -
Hot Plate
-
Mikroskop
·
Bahan
-
Air + Gula - Air
-
Agar-Agar - Aquades
-
Roti -
Susu Cair
-
Eskrim -
Minyak Goreng
-
Bubuk Detergen - Gula
-
Garam -
Susu
C.
Prosedur Kerja
1. Membedakan
jenis sistem dispersi (larutan, koloid, dan suspensi)
a. Siapkan
100 ml suspensi, larutan, dan koloid seperti yang tertera pada alat dan bahan,
pada gelas kimia yang berbeda, diaduk rata, didiamkan sebentar. Kemudian
mengamati apakah zat tersebut homogen/heterogen dan stabil atau tidak selama
didiamkan.
b. Saring
campuran tersebut, dan mengamati mana yang meninggalkan residu.
c. Tentukan
apakah campuran tersebut larutan, koloid, ataupun suspensi.
2. Menentukan
jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan pendispersi
Ambil sedikit
masing-masing bahan dan amati serta tentukan jenis koloidnya.
3. Membuat
sistem koloid
Memasukkan ke dalam
tabung reaksi 5 ml minyak goreng dan 10 ml air, kemudian kocok. Biarkan sampai
terjadi pemisahan antara kedua cairan tersebut. Catat waktu yang diperlukan
untuk pemisahan tersebut. Ke dalam tabung yang berisi minyak dan air tersebut
ditambahkan sedikit bubuk detergen lalu dikocok. Bandingkan waktu yang
diperlukan untuk pemisahan dengan hasil pemisahan tanpa ditambahkan detergen.
4. Membuat
Gel
Campurkan agar-agar 2
spatula dan 50 ml air dalam gelas kimia.
Aduk sambil panaskan hingga mendidih. Tuangkan agar-agar cair yang panas (sol)
ke dalam cawan petri, dan biarka mendingin pada suhu ruang. Amati dan catat
perubahan yang terjadi pada sol agar-agar.
5. Mengamati
fase terdispersi dan pendispersi sistem koloid di bawah mikroskop
Ambil sedikit eskrim,
amati di bawah mikroskop. Gambarkan dan temukan fase terdispersi dan medium
pendispersinya.
BAB
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
1. Membedakan
jenis sistem dispersi
Nama
Bahan
|
Sistem
Dispersi
|
||
Koloid
|
Suspensi
|
Larutan
|
|
Air + Kopi
|
-
|
ü
|
-
|
Air + Detergen
|
ü
|
-
|
-
|
Air + Gula
|
-
|
-
|
ü
|
Air + Susu
|
-
|
-
|
ü
|
Air + Kopi + Susu
|
-
|
ü
|
-
|
Air + Garam
|
-
|
-
|
ü
|
2. Menentukan
jenis koloid
Nama
Bahan
|
Fase
Terdispersi
|
Medium
Pendispersi
|
Jenis
Koloid
|
Susu
Cair
|
Cair
|
Cair
|
Emulsi
|
Roti
|
Gas
|
Padat
|
Busa
Padat
|
Es
Krim
|
Gas
|
Cair
|
Busa
|
Pengharum
Ruangan
|
Cair
|
Gas
|
Aerosol
Cair
|
3. Membuat
sistem koloid
a. Membuat
emulsi
Zat-zat
yang direaksikan
|
Hasil
Reaksi (waktu)
|
Air
+ Minyak
|
Waktu
yang diperlukan untuk pemisahan air dengan minyak yaitu satu menit
(heterogen)
|
Air
+ Minyak + Detergen
|
Waktu
yang diperlukan untuk memisahkan air, minyak, dengan detergen yaitu empat
puluh sembilan detik (heterogen).
|
b. Membuat
Gel
Zat-zt
yang direaksikan
|
Hasil
Reaksi
|
Agar-agar
+ Aquades
|
Bubuk
à
Cair (sol) à
Padat (gel) = Emulsi Padat
|
Gambar
es krim di bawah mikroskop
B.
Pembahasan
1.
Membedakan jenis sistem dispersi
Pada
hasil sampel, yang merupakan jenis koloid
yaitu air + detergen. Untuk jenis suspensi adalah air + kopi dan air + kopi +
susu. Sedangkan untul jenis larutan adalah air + gula, air + susu, dan air +
garam.
2.
Menentukan jenis koloid
a.
Pada roti didapatkan bahwa roti
terdispersi gas dan pendispersi padat sehingga dikatakan busa padat.
b.
Pada es krim didapatkan bahwa es krim
terdispersi gas dan pendispersi cair sehingga dikatakan busa.
c.
Pada susu cair, fase terdispersi cair
dan fase pendispersi cair, sehingga dapat dikatakan bahwa susu cair adalah
emulsi.
d.
Pada pengharum ruangan, fase terdispersi
cair dan fase pendispersi gas, sehingga dapat dikatakan bahwa pengharum ruangan
adalah aerosol cair.
3.
Membuat emulsi
a.
Pemisahan air dengan minyak dapat
berlangsung dengan waktu satu menit satu detik.
b.
Pemisahan air, minyak dengan detergen
berlangsung dengan waktu satu menit sebelas detik.
4.
Membuat gel
Perubahan yang
terjadi pada agar-agar yaitu dari berbentik bubuk kemudian menjadi cair (sol)
ketika diberi aquades dan menjadi padat (gel) setelah dipanaskan dan didinginkan
pada suhu ruang. Dapat dikatakan bahwa agar-agar adalah jenis koloid emulsi
padat.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Pada setiap sampel pengujian terdapat
koloid, suspensi dan larutan.
2.
Dalam sampel, air + detergen adalah
koloid, air + kopi dan air + kopi + susu adalah suspensi, sedang air + gula,
air + susu, dan air + garam adalah larutan.
3.
Dapat disimpulkan bahwa koloid tidak
mudah tersaring dan jika tersaring terdapat endapan dari hasil saringan dan
terdapat sisa dari penyaringan.
4.
Suspensi tidak terlalu tersaring, akan
tetapi sedikit demi sedikit.
5.
Larutan sangat mudah tersaring karena
larutan sudah homogen.
6.
Jenis-jenis koid ada yang berupa emulsi,
busa, busa padat aerosol cair, dll
B.
Saran
-
Diharapkan agar mahasswa yang mengikuti
praktikum dapat memahami apa yang menjadi hasil dari praktikum.
-
Diharapkan agar teknisi dapat membimbing
mahasiswa dalam menjalani praktikum.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Ads
loading...