Monday, April 29, 2019

Laporan Praktikum Limbah Industri dan Produksi Bersih


LAPORAN PRAKTIKUM
LIMBAH INDUSTRI DAN PRODUKSI BERSIH
Dosen: Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, SP. MP.


“Strategi Mencegah Limbah Industri
(Pembuatan Arang Sekam)”

 







OLEH:

1.     Sumiati
2.     Suryani
3.     Sutriani Sombolola
4.     Syamsul Bahri
5.     Tenri Wulan
6.     Tutut Nurianti
7.     Wiwi Rusali K.
8.     Yahya Siti Nurjannah
9.     Yesda
10.                         Zulfahmi



PRODI AGROINDUSTRI
TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2017
LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL: Strategi Mencegah Limbah Industri (Pembuatan Arang Sekam)

1.                  Nama Ketua                            :   - Yahya Siti Nurjannah
2.                  Nama Anggota                        :   - Sumiati
-   Suryani
-   Sutriani Sombolola
-   Syamsul Bahri
-   Tenri Wulan
-   Tutut Nurianti
-   Wiwi Rusali K.
-   Yesda
-   Zulfahmi
3.                  Lokasi Kegiatan Praktikum
a.     Tempat                                    : Samping Green House PPNP
b.    Hari/Tanggal                           : Jum’at/ 3 November 2017
c.     Luaran yang dihasilkan           : Hasil Pembakaran Sekam
4.                  Jangka Waktu Pelaksanaan     : 1 hari

Pangkep, …………………….
Teknisi                                                                         Ketua Kelompok



…………………….                                                   ………………………………

Menyetujui
Dosen Pengampuh Mata Kuliah


Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, SP. MP.
Nip. 19760810 200912 2002
KATA PENGANTAR

   Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita rahmat dan hidayahnya sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan laporan praktikum ini tentang pembuatan sekam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta para sahabatnya, dan umatnya hingga akhir zaman.
Laporan ini disusun berdasarkan hasil dari praktikum yang dilaksanakan. Di dalam laporan ini membahas mengenai cara pembuatan arang sekam. Dengan adanya laporan ini diharapkan mampu membantu para masyarakat dalam mengolah dan memanfaatkan sekam padi menjadi arang yang dapat memberikan nilai tambah.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan laporan ini. Kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.


                                                                        Pangkep, 3 Desember 2017


                                                                                    Penulis
           


DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................ ii
KATA PENGANTAR....................................................................................... iii
DAFTAR ISI..................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang........................................................................................ 1
B.     Tujuan..................................................................................................... 1
C.     Manfaat................................................................................................... 2
BAB II TEORI DASAR
A.     Pengertian Arang Sekam......................................................................... 3
B.     Komposisi Kimia Arang Sekam.............................................................. 4
C.     Manfaat Arang Sekam............................................................................. 4
D.     Pembuatan Arang Sekam........................................................................ 5
BAB III METODOLOGI
A.     Waktu dan Tempat.................................................................................. 6
B.     Alat dan Bahan....................................................................................... 6
C.     Prosedur Kerja........................................................................................ 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A.     Hasil Pengamatan.................................................................................... 8
B.     Pembahasan............................................................................................ 8
BAB V PENUTUP
A.     Kesimpulan........................................................................................... 11
B.     Saran..................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 12
LAMPIRAN..................................................................................................... 13



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Sekam adalah bagian dari bulir padi-padian (serealia) berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak dapat dimakan, yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio). Sekam dapat dijumpai pada hampir semua anggota rumput-rumputan (Poaceae), meskipun pada beberapa jenis budidaya ditemukan pula variasi bulir tanpa sekam (misalnya jagung dan gandum). Dalam pertanian, sekam dapat dipakai sebagai campuran pakan, alas kandang, dicampur di tanah sebagai pupuk, dibakar, atau arangnya dijadikan media tanam.
Arang sekam merupakan salah satu alat untuk membuat media tanam. Arang sekam terbuat dari pembakaran kulit padi yang kemudian dijadikan arang. Keunggulan media arang sekam adalah bisa digunakan beberapa kali untuk digunakan. Selain tidak kotor arang sekam dapat menyimpan air cukup lama dibandingkan tanah biasa, mudah dalam pembuatan serta mudah dalam penyerapan   dalam melakukan penyiraman. Penggunaan arang sekam cukup efisien dibandingkan dengan menggunakan media lain. Selain itu juga pembuatan arang sekam ini termasuk salah satu cara dalam mengolah atau memanfaatkan limbah padi.
Oleh karena itu, dilakukanlah sebuah praktikum mengenai cara proses pembuatan arang sekam dari sekam padi. Sehingga dapat memanfaatkan sekam padi tersebut dan tidak hanya menjadi sampah yang akan mencemari lingkungan. Selain itu, dengan dibuatnya arang sekam ini maka akan memperoleh nilai tambah karena dapat dijual.

B.       Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengolahan limbah pangan padi berupa sekam  menjadi arang sekam
2.      Untuk mengetahui alur proses pengolahan limbah sekam padi menjadi arang sekam
3.      Untuk mengetahui rendemen pengolahan limbah sekam padi menjadi arang sekam

C.      Manfaat
1.      Mampu dan kompeten dalam  mengolah limbah pangan padi berupasekammenjadi  arang sekam.
2.      Mampu menyusun alur proses pengolahan  limbah sekam  padi menjadi    arang sekam.
3.      Mampu menghitung  rendemen  pengolahan  limbah  sekam  padi  menjadiarang sekam.



BAB II
TEORI DASAR

A.      Pengertian  Arang Sekam
Arang  merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon. Dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung diusahakan agar tidk terjadi kebocoran udara di dalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi.
Arang sekam memiliki banyak manfaat, baik di dunia pertanian maupun untuk kebutuhan industri, para petani memanfaatkan arang sekam sebagai penggembur tanah, bahan pembuatan kompos, pupuk bokashi, media tanam dan media persemaian. Arang sekam dibuat dari pembakaran taksempurna atau pembakaran parsial sekam padi. Bahan baku arang sekam bias didapatkan dengan mudah di tempat-tempat penggilingan beras. Bahkan di beberapa tempat, sekam padi dianggap sebagai limbah. Sebanyak 20-30% dari proses penggilingan padi akan dibuang dalam bentuk sekam padi.
Di dalam tanah, arang sekam bekerja dengan cara memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Arang sekam bias meningkatkan porositas tanah sehingga tanah menjadi gembur sekaligus juga meningkatkan kemampuan tanah menyerap air. Secara biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organism hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran sehingga relative steril. Secara kimia, arang sekam memiliki kandungan unsure hara penting seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7.
Arang dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman. Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsure karbon sangat diperlukan dalam membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bias menekan jumlah mikroba pathogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya. Diperkotaan, arang sekam banyak dibutuhkan untuk media tanam tanaman hias. Kelebihan media ini adalah bobotnya yang ringan dan mudah dibersihkan dari akar tanaman. Sifat seperti ini dibutuhkan untuk tanaman – tanaman yang akan di distribusikan.

B.       Komposisi Kimia Arang Sekam

NO.

KOMPONEN KIMIA ARANG SEKAM

PERSENTASE (%)
1.
Kadar air
9,02
2.
Protein kasar
3,03
3.
Lemak
1,18
4.
Serat kasar
35,68
5.
Abu
17,71
6.
Karbohidrat kasar
33,71
7.
Karbohidrat zat arang
1,33
8.
Hydrogen
1,54
9.
Oksigen
33,64
10.
Silika
16,98

C.      Manfaat Arang Sekam
Adapun beberapa macam manfaat arang sekam padi diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Untuk pengikat unsur unsur hara dalam tanah, sehingga selalu tersedia untuk tanaman.
2.      Untuk memperbaiki tingkat ke asaman tanah.
3.      Kandungan silikanya dapat memperkuat daun. Dalam ujicoba, tanaman yang diberi sekam bakar, lebih tegak daun daunnya.
4.      Kandunga phospatnya dapat memperkuat tanaman dan mendorong perkembangan sel sel tanaman.
5.      Tempat hidup yang bagus bagi jasad renik (mikroba bermanfaat)
6.      Memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan porositas
7.      Sebagai penangkal bekicot dan slug
8.      Sebagai mulsa, dan memperindah kebun

D.      Pembuatan Arang Sekam
Ada beberapa cara pembuatan arang sekam,diantaranya adalah sebagai berikut :
1.         Pembuatan arang sekam dengan cara disangrai
Pada prinsipnya pembuatan arang sekam dengan cara ini adalah dengan cara disangrai. Peralatan yang diperlukan adalah tungku dan seng. Caranya, sekam padi diletakkan di atas seng yang telah ditempatkan di atas tungku. Selanjutnya sekam disangrai sambil diaduk. Dengan cara ini akan diperoleh arang sekam sebanyak 40-50 kg dari 100 kg sekam segar.
2.      Pembuatan arang sekam dengan cara dibakar dalam tong perlahan-lahan.
Caranya, masukkan sekam ke dalam tong sampai tinggi sekitar 20 cm. Tuang oli ke dalam tong dan bakar. Jika asap dari pembakaran berkurang maka sekam ditambah sedikit demi sedikit hingga tong penuh. Kemudian tong ditutup karung basah dan di atasnya diberi tutup hingga rapat. Biarkan sekam menjadi dingin. Setelah itu pisahkan arang sekam dengan abunya melalui penyaringan. Jumlah arang sekam yang diperoleh juga sekitar 40-50 kg dari 100 kg sekam segar. Cara ini kurang efisien karena memerluan waktu yang lebih lama dibandingkan cara disangrai.
3.      Pembuatan arang sekam dengan cara dibakar bersamaan dalam drum
Letakkan pralon atau bambu ditengah drum. Tuangkan sekam disekeliing bambu tadi sambil dipadatkan hingga drum terisi penuh dengan sekam. Cabut bambu/ pralon tani. Buatlah sumber api dilubang tadi menggunakan kayu bakar atau yang lain. Biarkan asap mengepul hingga sekam menjadi arang semua.
BAB III
METODOLOGI

A.      Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada :
Hari/ tanggal   : Jum’at, 3 November 2017
Pukul               : 10.15- selesai
Tempat            : Samping Green House Politani Pangkep

B.       Alat dan Bahan
1.      Alat
·         Pembakaran  sekam
·         Sekop
·         Sprayer
·         Selang
·         KorekApi
2.      Bahan
·         Sekam Padi
·         Kertas Koran
·         Air
·         Plastik Kemasan
·         Masker
·         Karung

C.      Prosedur Kerja
1.      Sediakan alat dan bahan
2.      Sekam kemudian dikumpulkan,lalu dibakar diatas alat pembakaran sekam atau tungku silinder yang sudah berasap
3.      Lalu, masukkan koran/kertas yang telah dibakar kedalam tungku untuk menghindari agar apinya tidak mati
4.      Apabila cerobong tungku telah mengeluarkan banyak asap maka tambahkan sedikit demi sedikit sekam padi sampai habis
5.      Sekam padi yang telah dibakar kemudian diaduk merata sampai semua sekam terbakar dan berwarna hitam/ gosong
6.      Apabila semua sekam telah gosong atau menjadi arang maka siram air lalu dinginkan.
7.      Setelah dingin, arang sekam kemudian dikemas kedalam plastik kemasan yang telah disiapkan.
8.      Kemudian berat arang sekam tersebut ditimbang.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
 

A.      Hasil Pengamatan














B.       Pembahasan
1.      Sumber bahan baku
Bahan baku yang digunakan pada praktikum ini adalah sekam padi. Adapun bahan baku sekam padi yang digunakan ini adalah berasal dari pabrik penggilingan padi yang terdapat di daerah Tamarupa, Kec. Mandalle, Kab. Pangkep.




2.      Spesifikasi alat pembakaran sekam
·      Diameter corong kecil = 8 cm
·      Diameter corong besar = 32,2 cm
·      Tinggi cerobong = 70 cm
·      Tinggi tiang cerobong = 78,2 cm


3.      Lama pembakaran
Adapun waktu yang dibutuhkan dalam pembakaran sekam ini adalah selama ± 4 jam. Dimana waktunya dimulai pada pukul 21.00 sampai pada pukul 24.00.

4.      Rendemen
Adapun rumus untuk mencari rendemen dari arang sekam ini adalah :
=  x 100 %
=  x 100 %
= 50 %
            Jadi, nilai rendemen Arang Sekam sebanyak 50%.

5.      Analisa produksi
Adapun jumlah sekam padi yang digunakan yaitu sebanyak 50 kg (satu karung sebanyak 25kg) dan dihasilkan sebanyak satu karung (+25kg). Dan setelah dibungkus didapatkan tiga bungkus kemasan plastik sekam yang sudah siap pakai. Setiap bungkus dijual seharga Rp.10.000 dan semua laku terjual.

6.      Kendala/masalah yang dihadapi
Adapun masalah atau kendala yang dihadapi pada proses pembuatan arang sekam ini yaitu pada proses pembakarannya, dimana pada proses pembakarannya membutuhkan waktu yang cukup lama diakibatkan karena hujan.

7.      Solusi pemecahan masalah
Adapun solusi yang diberikan mengenai masalah hujan tersebut pada proses pembakaran sekam yaitu agar dibuatkan sebuah tempat yang berteduh khusus untuk proses pembakaran sekam, sehingga pada praktikum mengenai arang sekam berikutnya tidak akan memakan waktu yang lama. Selain itu, dengan adanya tempat khusus pembakaran sekam maka akan memudahkan proses praktikum berlangsung karena tidak susah lagi untuk mencari lokasi/ tempat pembakaran yang tepat.



BAB V
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
1.      Alur proses pembuatan Arang Sekam dimulai dari penyiapan bahan baku kemudian alat pembakaran sekam (silinder dengan lubang kecil-kecil) dinyalakan atau dibakar lalu sekam ditaburkan sehingga menutupi bagian bawah silinder alat pembakaran sekam. Sekam kemudian diaduk-aduk merata agar tidak menjadi abu. Setelah itu, akan terjadi perubahan warna sekam menjadi hitam atau gosong dan itu menandakan arang sekam sudah jadi. Jangan lupa untuk menyiramkan air sedikit lalu diaduk hingga arang sekam menjadi dingin dan siap untuk dikemas dalam plastik. Sekam sudah siap untuk dipakai.
2.      Adapun rumus untuk mencari rendemen dari arang sekam yaitu :
=  x 100 %
=  x 100 %
= 50 %
Jadi, nilai rendemen Arang Sekam sebanyak 50%.

B.       SARAN
Sebaiknya disediakan tempat khusus untuk praktikum pembuatan arang sekam sehingga memudahkan proses pembakaran sekam dan tidak aka nada lagikendala yang dihadapi.


DAFTAR PUSTAKA

https://alamtani.com/arang-sekam-padi/ (diakses pada tanggal 2 Desember 2017)

https://id.wikipedia.org/wiki/Sekam (diakses pada tanggal 2 Desember 2017)


http://mitalom.com/manfaat-arang-sekam-sebagai-media-tanam/ (diakses pada tanggal 2 Desember 2017)






LAMPIRAN

No comments:

Ads

loading...