LAPORAN PRAKTIKUM
LIMBAH INDUSTRI DAN PRODUKSI
BERSIH
Dosen: Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, SP. MP.
“Strategi Mencegah Limbah Industri
(Pembuatan Arang Sekam)”
OLEH:
1. Sumiati
2. Suryani
3. Sutriani
Sombolola
4. Syamsul
Bahri
5. Tenri Wulan
6. Tutut
Nurianti
7. Wiwi Rusali
K.
8. Yahya Siti
Nurjannah
9. Yesda
10.
Zulfahmi
PRODI AGROINDUSTRI
TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2017
LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL: Strategi
Mencegah Limbah Industri (Pembuatan Arang Sekam)
1.
Nama Ketua : - Yahya Siti Nurjannah
2.
Nama Anggota : - Sumiati
-
Suryani
-
Sutriani Sombolola
-
Syamsul Bahri
-
Tenri Wulan
-
Tutut Nurianti
-
Wiwi Rusali K.
-
Yesda
-
Zulfahmi
3.
Lokasi Kegiatan Praktikum
a. Tempat :
Samping Green House PPNP
b. Hari/Tanggal :
Jum’at/ 3 November 2017
c. Luaran yang
dihasilkan : Hasil
Pembakaran Sekam
4.
Jangka Waktu Pelaksanaan : 1 hari
Pangkep, …………………….
Teknisi Ketua Kelompok
……………………. ………………………………
Menyetujui
Dosen Pengampuh Mata Kuliah
Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, SP. MP.
Nip. 19760810 200912 2002
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita rahmat dan hidayahnya
sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan laporan praktikum ini
tentang pembuatan sekam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta para sahabatnya, dan umatnya hingga
akhir zaman.
Laporan ini disusun berdasarkan hasil dari praktikum
yang dilaksanakan. Di dalam laporan ini membahas mengenai cara pembuatan arang
sekam. Dengan adanya laporan ini diharapkan mampu membantu para masyarakat
dalam mengolah dan memanfaatkan sekam padi menjadi arang yang dapat memberikan
nilai tambah.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada
pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan laporan ini. Kami menyadari
bahwa dalam laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi
kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.
Pangkep,
3 Desember 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL........................................................................................
i
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................
ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................
iii
DAFTAR ISI.....................................................................................................
iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................
1
B. Tujuan.....................................................................................................
1
C. Manfaat...................................................................................................
2
BAB II TEORI DASAR
A. Pengertian Arang Sekam.........................................................................
3
B. Komposisi Kimia Arang Sekam..............................................................
4
C. Manfaat Arang Sekam.............................................................................
4
D. Pembuatan Arang Sekam........................................................................
5
BAB III METODOLOGI
A. Waktu dan Tempat..................................................................................
6
B. Alat dan Bahan.......................................................................................
6
C. Prosedur Kerja........................................................................................
6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan....................................................................................
8
B. Pembahasan............................................................................................
8
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................................
11
B. Saran.....................................................................................................
11
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................
12
LAMPIRAN.....................................................................................................
13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sekam adalah bagian dari bulir padi-padian (serealia) berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak
dapat dimakan, yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio). Sekam dapat dijumpai pada hampir semua anggota
rumput-rumputan (Poaceae), meskipun pada beberapa jenis budidaya ditemukan
pula variasi bulir tanpa sekam (misalnya jagung dan gandum). Dalam pertanian, sekam dapat dipakai sebagai campuran pakan, alas
kandang, dicampur di tanah sebagai pupuk, dibakar, atau arangnya dijadikan
media tanam.
Arang sekam merupakan salah satu alat untuk membuat
media tanam. Arang sekam terbuat dari pembakaran kulit padi yang kemudian
dijadikan arang. Keunggulan media arang sekam adalah bisa digunakan beberapa
kali untuk digunakan. Selain tidak kotor arang sekam dapat menyimpan air cukup
lama dibandingkan tanah biasa, mudah dalam pembuatan serta mudah dalam
penyerapan dalam melakukan penyiraman.
Penggunaan arang sekam cukup efisien dibandingkan dengan menggunakan media
lain. Selain itu juga pembuatan arang sekam ini termasuk salah satu cara dalam
mengolah atau memanfaatkan limbah padi.
Oleh karena itu, dilakukanlah sebuah praktikum mengenai
cara proses pembuatan arang sekam dari sekam padi. Sehingga dapat memanfaatkan
sekam padi tersebut dan tidak hanya menjadi sampah yang akan mencemari
lingkungan. Selain itu, dengan dibuatnya arang sekam ini maka akan memperoleh
nilai tambah karena dapat dijual.
B.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengolahan limbah pangan padi berupa sekam menjadi arang sekam
2. Untuk
mengetahui alur proses pengolahan limbah sekam padi menjadi arang sekam
3. Untuk
mengetahui rendemen pengolahan limbah sekam padi menjadi arang sekam
C.
Manfaat
1. Mampu dan kompeten dalam mengolah limbah pangan padi berupasekammenjadi arang sekam.
2. Mampu menyusun alur proses pengolahan limbah sekam padi menjadi
arang sekam.
3. Mampu menghitung rendemen pengolahan limbah sekam padi menjadiarang sekam.
BAB II
TEORI DASAR
A.
Pengertian Arang Sekam
Arang merupakan suatu padatan berpori yang
mengandung 85-95% karbon.
Dihasilkan
dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi.
Ketika pemanasan berlangsung diusahakan agar tidk terjadi kebocoran udara di
dalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya
terkarbonisasi dan tidak teroksidasi.
Arang
sekam memiliki banyak manfaat, baik di dunia pertanian maupun untuk
kebutuhan industri, para petani memanfaatkan arang sekam sebagai penggembur
tanah, bahan pembuatan kompos, pupuk bokashi, media tanam dan media persemaian.
Arang sekam dibuat dari pembakaran taksempurna atau pembakaran parsial sekam
padi. Bahan baku arang sekam bias didapatkan dengan mudah di tempat-tempat
penggilingan beras. Bahkan di beberapa tempat, sekam padi dianggap sebagai
limbah. Sebanyak 20-30% dari proses penggilingan padi akan dibuang dalam bentuk
sekam padi.
Di
dalam tanah, arang sekam bekerja dengan cara memperbaiki struktur fisik, kimia
dan biologi tanah. Arang sekam bias meningkatkan porositas tanah sehingga tanah
menjadi gembur sekaligus juga meningkatkan kemampuan tanah menyerap air. Secara
biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan
berkembangnya organism hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri
akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam
tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui
pembakaran sehingga relative steril. Secara kimia, arang sekam memiliki
kandungan unsure hara penting seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K),
Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan
kisaran pH 6,5 sampai 7.
Arang
dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman. Arang
sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsure karbon sangat diperlukan dalam
membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam
sebagai absorban yang bias menekan jumlah mikroba pathogen dan logam berbahaya
dalam pembuatan kompos sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan
zat kimia berbahaya. Diperkotaan, arang sekam banyak dibutuhkan untuk media
tanam tanaman hias. Kelebihan media ini adalah bobotnya yang ringan dan mudah
dibersihkan dari akar tanaman. Sifat seperti ini dibutuhkan untuk tanaman –
tanaman yang akan di distribusikan.
B. Komposisi Kimia Arang Sekam
|
NO.
|
KOMPONEN KIMIA ARANG SEKAM
|
PERSENTASE (%)
|
|
1.
|
Kadar air
|
9,02
|
|
2.
|
Protein kasar
|
3,03
|
|
3.
|
Lemak
|
1,18
|
|
4.
|
Serat kasar
|
35,68
|
|
5.
|
Abu
|
17,71
|
|
6.
|
Karbohidrat
kasar
|
33,71
|
|
7.
|
Karbohidrat zat
arang
|
1,33
|
|
8.
|
Hydrogen
|
1,54
|
|
9.
|
Oksigen
|
33,64
|
|
10.
|
Silika
|
16,98
|
C. Manfaat Arang Sekam
Adapun
beberapa macam manfaat arang sekam padi diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Untuk pengikat unsur unsur hara dalam tanah, sehingga
selalu tersedia untuk tanaman.
2.
Untuk memperbaiki tingkat
ke asaman tanah.
3.
Kandungan silikanya dapat
memperkuat daun. Dalam ujicoba, tanaman yang diberi sekam bakar, lebih tegak
daun daunnya.
4.
Kandunga phospatnya dapat
memperkuat tanaman dan mendorong perkembangan sel sel tanaman.
5.
Tempat hidup yang bagus
bagi jasad renik (mikroba bermanfaat)
6. Memperbaiki
struktur tanah dan meningkatkan porositas
7. Sebagai
penangkal bekicot dan slug
8. Sebagai
mulsa, dan memperindah kebun
D.
Pembuatan Arang Sekam
Ada
beberapa cara pembuatan arang sekam,diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Pembuatan arang sekam dengan cara disangrai
Pada
prinsipnya pembuatan arang sekam dengan cara ini adalah dengan cara disangrai.
Peralatan yang diperlukan adalah tungku dan seng. Caranya, sekam padi
diletakkan di atas seng yang telah ditempatkan di atas tungku. Selanjutnya
sekam disangrai sambil diaduk. Dengan cara ini akan diperoleh arang sekam
sebanyak 40-50 kg dari 100 kg sekam segar.
2.
Pembuatan arang sekam dengan cara dibakar dalam tong perlahan-lahan.
Caranya,
masukkan sekam ke dalam tong sampai tinggi sekitar 20 cm. Tuang oli ke dalam
tong dan bakar. Jika asap dari pembakaran berkurang maka sekam ditambah sedikit
demi sedikit hingga tong penuh. Kemudian tong ditutup karung basah dan di
atasnya diberi tutup hingga rapat. Biarkan sekam menjadi dingin. Setelah itu
pisahkan arang sekam dengan abunya melalui penyaringan. Jumlah arang sekam yang
diperoleh juga sekitar 40-50 kg dari 100 kg sekam segar. Cara ini kurang
efisien karena memerluan waktu yang lebih lama dibandingkan cara disangrai.
3. Pembuatan arang sekam dengan cara dibakar
bersamaan dalam drum.
Letakkan
pralon atau bambu ditengah drum. Tuangkan sekam disekeliing bambu tadi sambil
dipadatkan hingga drum terisi penuh dengan sekam. Cabut bambu/ pralon tani.
Buatlah sumber api dilubang tadi menggunakan kayu bakar atau yang lain. Biarkan
asap mengepul hingga sekam menjadi arang semua.
BAB III
METODOLOGI
A. Waktu dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada :
Hari/ tanggal :
Jum’at, 3 November 2017
Pukul : 10.15- selesai
Tempat : Samping
Green House Politani Pangkep
B. Alat dan Bahan
1. Alat
·
Pembakaran sekam
·
Sekop
·
Sprayer
·
Selang
·
KorekApi
2. Bahan
·
Sekam Padi
·
Kertas Koran
·
Air
·
Plastik Kemasan
·
Masker
·
Karung
C. Prosedur Kerja
1.
Sediakan alat dan bahan
2.
Sekam kemudian
dikumpulkan,lalu dibakar diatas alat pembakaran sekam atau tungku silinder yang
sudah berasap
3.
Lalu, masukkan koran/kertas
yang telah dibakar kedalam tungku untuk menghindari agar apinya tidak mati
4.
Apabila cerobong tungku
telah mengeluarkan banyak asap maka tambahkan sedikit demi sedikit sekam padi
sampai habis
5.
Sekam padi yang telah
dibakar kemudian diaduk merata sampai semua sekam terbakar dan berwarna hitam/
gosong
6.
Apabila semua sekam telah
gosong atau menjadi arang maka siram air lalu dinginkan.
7.
Setelah dingin, arang sekam
kemudian dikemas kedalam plastik kemasan yang telah disiapkan.
8.
Kemudian berat arang sekam
tersebut ditimbang.
BAB IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
B. Pembahasan
1.
Sumber bahan baku
Bahan baku yang digunakan pada praktikum ini adalah sekam padi.
Adapun bahan baku sekam padi yang digunakan ini adalah berasal dari pabrik
penggilingan padi yang terdapat di daerah Tamarupa, Kec. Mandalle, Kab.
Pangkep.
2.
Spesifikasi alat pembakaran sekam
·
Diameter corong kecil = 8 cm
·
Diameter corong besar = 32,2 cm
·
Tinggi cerobong = 70 cm
·
Tinggi tiang cerobong = 78,2 cm
3.
Lama pembakaran
Adapun waktu yang
dibutuhkan dalam pembakaran sekam ini adalah selama ± 4 jam. Dimana waktunya
dimulai pada pukul 21.00 sampai pada pukul 24.00.
4.
Rendemen
Adapun rumus untuk
mencari rendemen dari arang sekam ini adalah :
=
x 100 %
=
x 100 %
= 50 %
Jadi, nilai rendemen Arang Sekam
sebanyak 50%.
5.
Analisa produksi
Adapun jumlah sekam
padi yang digunakan yaitu sebanyak 50 kg (satu karung sebanyak 25kg) dan
dihasilkan sebanyak satu karung (+25kg). Dan setelah dibungkus didapatkan tiga
bungkus kemasan plastik sekam yang sudah siap pakai. Setiap bungkus dijual
seharga Rp.10.000 dan semua laku terjual.
6.
Kendala/masalah yang dihadapi
Adapun masalah
atau kendala yang dihadapi pada proses pembuatan arang sekam ini yaitu pada
proses pembakarannya, dimana pada proses pembakarannya membutuhkan waktu yang
cukup lama diakibatkan karena hujan.
7.
Solusi pemecahan masalah
Adapun solusi yang
diberikan mengenai masalah hujan tersebut pada proses pembakaran sekam yaitu
agar dibuatkan sebuah tempat yang berteduh khusus untuk proses pembakaran
sekam, sehingga pada praktikum mengenai arang sekam berikutnya tidak akan
memakan waktu yang lama. Selain itu, dengan adanya tempat khusus pembakaran
sekam maka akan memudahkan proses praktikum berlangsung karena tidak susah lagi
untuk mencari lokasi/ tempat pembakaran yang tepat.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Alur proses pembuatan Arang Sekam dimulai dari
penyiapan bahan baku kemudian alat pembakaran sekam (silinder dengan lubang
kecil-kecil) dinyalakan atau dibakar lalu sekam ditaburkan sehingga menutupi
bagian bawah silinder alat pembakaran sekam. Sekam kemudian diaduk-aduk merata
agar tidak menjadi abu. Setelah itu, akan terjadi perubahan warna sekam menjadi
hitam atau gosong dan itu menandakan arang sekam sudah jadi. Jangan lupa untuk
menyiramkan air sedikit lalu diaduk hingga arang sekam menjadi dingin dan siap
untuk dikemas dalam plastik. Sekam sudah siap untuk dipakai.
2.
Adapun rumus untuk mencari rendemen dari arang sekam
yaitu :
=
x 100 %
=
x 100 %
= 50 %
Jadi, nilai rendemen Arang Sekam
sebanyak 50%.
B. SARAN
Sebaiknya disediakan tempat khusus untuk praktikum pembuatan arang sekam
sehingga memudahkan proses pembakaran sekam dan tidak aka nada lagikendala yang
dihadapi.
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN