Sunday, February 8, 2015

Cerpen Horor : Mimpi Buruk

Hidupku kini berubah semenjak kejadian itu. Namaku Ridwan. Kejadian itu bermula saat aku sedang mengendarai mobilku menuju rumahku. Dalam perjalanan kerumah, aku tidak sengaja menabrak seekor kucing hitam milik seorang nenek tua di pinggir jalan itu. Saat itu, aku langsung kaget dan langsung saja aku tancap gas dan menjauhi kucing malang itu yang tergeletak di aspal jalanan.

Tiga hari setelah kejadian itu, sesuatu yang aneh menimpaku.. Aku sering bermimpi dikejar-kejar seekor kucing hitam dan digigitnya leherku hingga terlihat darah mengalir deras keluar pas tepat digigitannya.. Aku terbangun dari mimpi burukku, aku merasakan sakit dileherku, perih rasanya.. Keesokan harinya aku langsung ke dokter untuk memeriksakan leherku dan kata dokter aku baik-baik saja dan leherku tidak bermasalah sama sekali.. "Tapi, kenapa leherku sakit sekali..???" kataku pada dokter.. "Mungkin bapak terlalu lelah atau mungkin juga bantal yang bapak pakai terlalu keras jadi dapat menyebabkan leher bapak jadi begini..!!" kata sang dokter kepadaku..

Hari-hariku kini tidak seperti dulu lagi.. Mimpi buruk itu sering aku alami, bahkan setiap aku tidur.. Pernah sekali saat sedang tidur, kurasakan tubuhku berat, bahkan berat sekali sampai-sampai aku tidak bisa bernapas. Kubuka mataku dan alangkah kagetnya aku melihat kucing sebesar singa dewasa duduk diatas badanku. Dia menyeringai bak singa yang ingin menerkam mangsanya. Tidak lama kemudian aku terbangun dari mimpi burukku, kuperiksa tubuhku, kuperiksa dibawah ranjangku apakah kucing itu ada disana. Ternyata itu hanya sebagian dari mimpi burukku selama ini..

Besoknya, aku menemui sang nenek pemilik kucing hitam yang aku tabrak itu.. Kuceritakan kejadiannya saat aku menabrak kucing itu, dan mimpi-mimpi burukku tentang kucing ini.. Lantas nenek tua itu berkata, "Itulah nak, kamu harus bertanggung jawab. Jadinya seperti ini 'kan. Jadi nak jangan lari dari kenyataan..".. "Maaf nek, aku sangat minta maaf. Aku sering diganggu kucing itu nek, bagaimana caranya agar aku tidak diganggu lagi nek..??" kataku pada nenek tua itu.. "Sekarang, kamu harus cari jasad kucing itu, kemudian kamu kubur layaknya manusia.." kata nenek tua itu.. "Baik nek...".

Malamnya, aku langsung ketempat disaat aku menabrak kucing itu... Segera kucari jasad kucing itu.. "Jasadnya pasti disekitar sini...??" bisikku.. "Cari apa nak...???" sapa seorang kakek.. "Maaf kek, saya sedang cari mayat kucing di sekitar sini..!!!" kataku pada kakek... "Untuk apa nak..??" balas kakek.. "Mau saya kuburkan kek...??" balasku.. "Mungkin disekitar semak-semak itu nak.." tunjuk kakek.. Akupun langsung mencari disekitar semak-semak yang ditunjukkan sang kakek... Alhasil, kutemukan mayat si kucing.. "Kek, iya kek, mayatnya ketemu kek..." kataku.. Kuhadapkan tubuhku kearah sang kakek tadi berdiri, sontak aku kaget karena kakek tadi tidak ada di belakangku.. Tidak ada siapa pun di jalanan itu.. "Kakek...?? Kakek...???" aku memanggil kakek itu tapi tidak ada jawaban.. Bulu kudukku kini berdiri. Keringat dingin mulai membasahi tubuhku.. Langsung saja aku mengendarai mobilku kerumah sang nenek pemilik si kucing ini...

Sesampai dirumah sang nenek, aku langsung membawa mayat si kucing ini ke rumahnya.. Nenek tua itu membawa sebuah cangkul.. "Pakai ini untuk menggali lubang kuburnya..", kata nenek padaku.. "Baik nek..!", balasku..

Setelah dikubur dan didoakan semoga aku tidak diganggu lagi oleh sang nenek, aku pun berpamitan pada nenek tua itu untuk pulang kerumahku.. "Pulanglah, tapi hati-hati dijalan.."... "Baik nek..".


Malam itu, aku tidur dengan nyenyaknya, tanpa ada gangguan sama sekali.. Aku merasa kini hidupku kembali seperti semula sebelum kejadian itu...

Ads

loading...